Kadis Pendidikan Buka JMS 2018 Dipadati Pengunjung

Selasa, 20 Maret 2018 - 14:11:16 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Penyuluhan hukum dengan label "Jaksa Masuk Sekolah" tahun 2018 digelar di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Selasa (20/3) pagi.

Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ini merupakan program Kejaksaan Negeri Bengkalis dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan yang digelar di Lantai II Ruang pertemuan Dinas Pendidikan itu dihadiri 177 pelajar SD dan SMP utusan sekolah dan guru pendamping se-Kecamatan Bengkalis serta pegawai Dinas Pendidikan.

Hadir dalam pembukaan itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkalis, Lignauli  yang sekaligus sebagai narasumber dan beberapa staf.

Sementara itu, Koordinator wilayah (Korwil) sekolah Kecamatan Bengkalis, Mariana dalam sambutannya mengatakan, penyuluhan hukum sangat penting dalam membangun karakter negerasi muda.

Ia mengimbau para peserta, khususnya kepada pelajar agar betul-betul memperhatikan paparan narasumber.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Edi Sakura sebelum membuka JMS menyampaikan program ini merupakan program tahunan kejaksaan yang difasilitasi Dinas Pendidikan.

Menurut Edi, saat ini banyak hal-hal yang kurang pas ditemukan ditengah-tengah pergaulan negerasi muda.

Untuk itu, melalui program Nawacita presiden Jokowi, Kejaksaan dan Dinas Pendidikan memperkenalkan hukum kepada para pelajar agar mereka terindar dari masalah hukum.

Seperti anak-anak yang belum bisa punya SIM, namun mengendarai sepeda motor.

Program JMS akan menyambangi kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

Ditegaskan Edi, sebagai daerah pesisir, para pelajar di Kabupaten Bengkalis rentan terhadap bahaya narkoba.

Untuk itu, Dinas Pendidikan berupaya sedini mungkin memperkenalkan hukum tentang narkoba.

"Kita harus membentengi anak-anak kita agar tidak tersandung masalah hukum," ujarnya.

Selain memperkenalkan tentang hukum, Dinas Pendidikan juga berupaya membangun karakter dengan program mengapal Al Qur'an. "Kita sudah lakukan program mengapal ayat suci, 1 hari 1 ayat," pungkas Edi.

Sementara itu, Kepala Seski Intelijen Kejari Bengkalis Lignauli kepada wartawan mengungkapkan, program ini agar generasi muda tidak lagi mengenal korupsi. Karena mereka sudah tahu korupsi melanggar hukum.

"Jadi kalau ditanya apa itu korupsi, mereka sudah lupa korupsi itu apa? Karena mereka memang tidak melakukan korupsi, sebab mereka tahu korupsi itu melanggar hukum. [Rudi]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT