LSM Ingatkan Masalah Sampah Jakarta Mencemaskan

Selasa, 20 Maret 2018 - 11:31:48 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Destructive Fishing Watch mengingatkan permasalahan pelik yang dialami masyarakat DKI Jakarta yaitu terkait dengan sampah yang semakin hari semakin mencemaskan.

"Sampah yang tidak terurus dan menumpuk di pesisir Jakarta akan menyebabkan dampak lingkungan, kesehatan dan sanitasi bagi warga pesisir Jakarta," kata Koordinator Destructive Fishing Watch Indonesia Moh Abdi Suhufan di Jakarta, Senin.

Menurut Abdi, perlu ada keterpaduan dalam penanganan sampah di pesisir wilayah ibukota dengan mengadopsi penggunaan teknologi pengolahan sampah yang moderen.

Hal itu, ujar dia, bertujuan agar dapat dicegah dampak dari manajemen pengelolaan yang tidak dikelola dengan baik, sehingga tidak menimbulkan implikasi pembangunan yang semakin luas.

Ia berpendapat bahwa akibat penanganan yang tidak terpadu dari hulu ke hilir, pesisir Jakarta menjadi lokasi "pembuangan alami" sampah warga ibukota.

"Belum lagi pada masa musim barat atau Desember-Februari setiap tahunnya, karena dinamika oseanografi, sampah perairan di Teluk Jakarta terbawa arus dan gelombang hingga ke pesisir Jakarta," paparnya dilansir kompas.

Akibatnya, ujar Abdi Suhufan, pesisir Muara Angke dan sekitarnya menjadi daerah yang terkena dampak berupa timbunan sampah dari berbagai ragam dan jenis.

Sementara itu, Koordinator Program Destructive Fishing Watch Indonesia Widya Savitri mengatakan, salah satu kunci pembenahan adalah adanya regulasi yang kuat dan adanya partisipasi publik baik oleh kelompok masyarakat, sektor swasta dan organisasi yang peduli pada masalah lingkungan.

Widya Savitri memaparkan, pihaknya bersama-sama dengan sejumlah komunitas, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Serta Pemprov DKI akan menggelar aksi di dalam kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Baru pada 23 Maret 2018.

Aktivitas tersebut terdiri atas serangkaian kegiatan yaitu membersihkan kawasan sampah, penanaman mangrove atau hutan bakau, dan pelatihan pengolahan sampah plastik.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kepedulian publik terhadap ancaman ekosistem pesisir Jakarta melalui tindakan dan aksi kecil yang berkontribusi bagi lingkungan," ucapnya. [*]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT