BBM di Riau dan Lampung Langka, Pertamina Kena Sentil

Kamis, 08 Maret 2018 - 13:08:37 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkibi.com - Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menginstruksikan PT Pertamina (Persero) untuk dapat mendistribusikan jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan seperti yang diamanatkan pada Peraturan Presiden 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal ini menyusul adanya pelanggaran penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Provinsi Bandar Lampung dan Riau pada awal Maret 2018. Akibatnya, BBM jenis premium di seluruh SPBU menjadi langka dan lebih tinggi harganya dibandingkan dengan harga premium yang ditetapkan pemerintah di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor : 41/ P3JBKP/BPH MIGAS/KOM/2017 tentang Alokasi Volume Penugasan dan Penyalur PT Pertamina untuk melaksanakan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan Tahun 2018.

"Alokasi volume penugasan PT Pertamina (Persero) yang diberikan oleh BPH Migas untuk melaksanakan penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM tertentu tahun 2018 untuk jenis Minyak Bensin (Gasoline) RON Minimum 88 adalah sebesar 7.500.000 KL (Tujuh Juta Lima Ratus Kiloliter) dengan rincian per Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Indonesia," ujar Anggota Komite BPH Migas, Hendri Achmad dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Sementara itu, untuk alokasi kuota volume Minyak Solar yang harus disalurkan Pertamina adalah sebesar 14,37 juta KL dan minyak solar yang dicadangkan 1 juta KL.

Dengan alokasi yang sudah ditetapkan tersebut, dia menekankan kepada PT Pertamina (Persero) agar dapat mendistribusikan dan menyalurkan BBM sesuai dengan peruntukkannya kepada masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. [***]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT