Beberapa Desa Gelap, Akibat Muntahan Gunung Sinabung

Senin, 19 Februari 2018 - 12:52:18 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sesuai pengamatan, ada 19 guguran dengan jarak luncur 500 sampai 2.000 meter mengarah ke tenggara dan selatan hasil eropsi Gunung Sinabung, awan panas melanda daerah sekitarnya, Senin (18/2/18), tepatnya pukul 08.53 WIB.

Akibat Luncuran awan panas turun menutupi pancaran sinar matahari ke beberapa desa di kaki Gunung Sinabung, membuat gelap gulita seperti malam hari. Hal itu terjadi di Desa Sigarang-garang, Desa Payung, Selandi Baru dan Laukawar.

Tercatat 7.214 jiwa atau 2.038 kepala keluarga berada di delapan pos pengungsian. Namun, hanya ada 2.863 jiwa yang tinggal di pos, sedangkan warga lain memilih tinggal di luar area pengungsian.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen Putra menginformasikan bahwa berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pengamatan Gunung Sinabung, telah terjadi awan panas letusan gunung api Sinabung dengan tinggi kolom 5.000 meter, amplitudo 120 milimeter, dan lama gempa 607 detik.

Dia menghimbau warga agar siaga, pasalnya tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih di level IV atau Awas.

"Kami imbau semua orang, khususnya warga sekitar, untuk menjauhi zona merah," Jelasnya.

Sebelumnya petugas di pos pengamatan Gunung Sinabung, Moh Nurul Asrori, berdasarkan pengamatan dilokasi itu pada pukul 06.00 WIB, terlihat cuaca di sekitar wilayah Gunung Sinabung cerah dan mendung.

"Jarak luncur sektoral selatan-tenggara sejauh 4.900 meter dan sektoral tenggara-timur sejauh 3.500 meter. Angin lemah ke barat dan selatan. ," kata Armen.

Zona merah atau wilayah larangan adalah area tanpa aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak, dalam jarak 7 kilometer untuk sektor selatan-tenggara, dalam jarak 6 kilometer untuk sektor tenggara-timur, serta dalam jarak 4 kilometer untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga wajib waspada terhadap potensi bahaya lahar, karena saat ini kemungkinan bahaya sudah terdeteksi.

"Sudah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai agar tetap waspada karena bendungan sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar atau banjir bandang ke hilir," ucap Armen.

Warga LUkawar melihat hujan abu dan pecahan material vulkanologi melanda hampir seluruh kawasan sekitar gunung, terutama di Desa Gurki, Payung, dan Sukandebi. Bahkan warga Desa Naman sudah mengungsi ke Desa Ndeskati.

"Abu mulai dimuntahkan gunung jam 08.30 pagi tadi hingga saat ini masih seperti jam 12 malam. Awan panas masih berlangsung terus. Abu pun semakin tebal, Desa Gurki dan Payung butuh masker," kata Daulai Karokaro, Senin (19/2/18).

Sementara petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Karo, Koramil 04 dan 05, serta kepolisian sudah berkoordinasi untuk menempatkan titik mobil Damkar dan water cannon. Petugas juga sudah membagi-bagikan masker untuk semua warga yang terdampak. Sampai berita ini diturunkan, erupsi masih berlangsung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membenarkan mengenai erupsi besar Gunung Sinabung hari ini. Namun, dia belum bisa memberikan keterangan resmi dan tambahan terkait peristiwa tersebut.

"Sampai saat ini belum ada informasi ada korban jiwa. Masyarakat harap tetap tenang dan tidak panik," ucap Sutopo.

Dia menghimbau warga agar siaga, pasalnya tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih di level IV atau Awas.

"Kami imbau semua orang, khususnya warga sekitar, untuk menjauhi zona merah," Jelasnya.*[BB]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT