100 Hektar Lahan Gambut di Meranti Terbakar

Selasa, 13 Februari 2018 - 09:39:59 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti,Riau.

M Edy Afrizal Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin(12/2) menyampaikan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur itu terjadi sejak tiga hari terakhir, sejak 9 - 12 Februari 2018.

Kebakaran yang terjadi selama tiga hari tersebut diperkirakan luasnya telah mencapai 100 Hektar.Dan saat ini kondisi api belum berhasil di padamlan secara total,Karena masih ada sisa-sisa kepulan asap dari lahan gambut yang terbakar.

Dari lebih kurang 100 hektar lahan yang terbakar itu terdiri dari kebun Sagu milik masyarakat, semak belukar dan hutan.Kata M Edy Afrizal.

Guna melakukan pemadaman kebakaran lahan dan hutan yang ada di wilayah Tebing Tinggi Timur itu,Kami dari tim gabungan menurunkan berbagai perlengkapan.

Seperti,Satu nit speadboat mercury 300 PK, di tambah satu unit speedboat mercury 40 PK,Satu unit mesin Kholern14 hp,Satu unit mesin Shibaura,dua unit mesin portable ministrike,7 unit mesin merk shibaura, honda, robin PT. NSP,7 unit mesin robin,Firehose 2.5 inch 80 roll, Firehose 1.5 inch 30 roll,Nozle 2.5 inch 5 unit,Nozle 1.5 inch 12 unit,Y connection 2.5 ke 1.5 inch 4 unit,Y connection 1.5 ke 1.5 inch 6 unit.

Guna mengoperasikan alat untuk menjinakkan api yang melahap kebun masyatakat dan hutan sekitat,Berbagai tim pun kita kerahkan,Dimana BPBD 25 orang, 6 personil Polsek Tebing Tinggi Timur,5 Personil TNI,3 orang dari pihak kecamatan,  Perangkat Desa, MPA dan masyarakat desa Lukun : 60 Orang,Karyawan Kilang Sagu : 30 orang,Tim Fire PT. NSP : 28 orang

Akibat Angin kencang kebakaran di Tanah gambut, kebun sagu dan semak yang mudah terbakar akibat musim kemarau menjadikan api sulit dipadamkan.

Belum lagi, Luas areal laham yang terbakar, Mengakibatkan tim pemadam agak ulit menjangkau,hal ini karena kurangnya selang/firehose.

Sampai dengan saat ini api msh belum dapat dikendalikan.dan tim masih terus melakukan pemantauan di lapangan, sebab masih banyak di temukan kepulan asap dari dalam lahan gambut tersebut. [ant]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT