Aplikasi Android dan iOS Ini Bisa Menguping

Senin, 08 Januari 2018 - 19:37:59 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Kegiatan yang menyerupai aksi mata-mata bukan hal langka di zaman ini. Paling baru adalah ditemukannya sejumlah aplikasi baik di Play Store maupun Apps Store yang menguping kegiatan pemilik ponsel.

Seperti dilansir New York Times menemukan sejumlah judul gim seperti Pool 3D, Beer Pong: Trickshot, Real Bowling Strike 10 Pin, dan Honey Quest diketahui memakai piranti lunak bernama Alphonso. Piranti lunak ini akan mendengarkan suara televisi yang didengar oleh penggunanya.

Buruknya, aksi menguping itu bisa terus berjalan meski aplikasi terkait sedang tak aktif. Tercatat ada ada lebih dari 250 judul gim di Play Store dan beberapa di Apple AppStore yang memakai piranti Alphonso.

Alphonso sendiri adalah startup yang bekerja dengan mengumpulkan data jumlah penonton televisi untuk para pengiklan. Melalui mikrofon ponsel, Alphonso bisa membedakan jenis iklan di TV dan suatu program acara. Bahkan piranti itu bisa mencocokkan suara yang terdengar dengan lokasi pemilik ponsel berada.

Tujuannya jelas, menyediakan informasi seakurat mungkin tentang pola konsumsi iklan seseorang bagi para pengiklan. Data yang terkumpul juga bisa dipakai oleh Alphonso untuk diolah kembali dan dianalisis mana iklan yang lebih efektif untuk mendorong penjualan suatu produk.

CEO Alphonso, Ashish Chordia, berdalih piranti mereka tak bisa merekam suara manusia. Chordia juga menegaskan bahwa kemampuan Alphonso di dalam aplikasi sudah dibeberkan lewat kebijakan privasi sejak awal aplikasi dipakai.

"Konsumen memilihnya secara sadar dan dapat membatalkannya kapan saja," ucap Chordia.

Dari ucapan Chordia, setidaknya ada 1.000 aplikasi yang meliputi gim dan aplikasi media sosial yang memanfaatkan teknologi Alphonso. Atas alasan persaingan, Chordia menolak menyebut aplikasi apa saja yang memakai jasanya dan berapa banyak orang yang datanya mereka ambil.

Alphonso, seperti dilaporkan New York Times hanya salah satu piranti yang kerjanya 'mencuri' data dari pengguna suatu aplikasi. Segala informasi yang diperoleh dari konsumen adalah data berharga yang bisa mereka jual kepada para pengiklan. 

Secara bersamaan, televisi tetap ladang basah bagi pengiklan. Setidaknya di AS saja perputaran iklan di industri televisi AS bernilai hingga US$70 miliar. 

Hal yang sama terjadi di Indonesia. Industri televisi masih menjadi magnet utama bagi para pengiklan. Pada semester I 2017 tercatat belanja iklan di televisi mencapai Rp50 triliun. [cnn]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT