Razia Narkoba Di Lapas Berakhir Ricuh

Rabu, 19 Desember 2012 - 21:57:10 WIB
Share Tweet Instagram

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar razia narkoba di dalam rutan kelas dua A Pontianak, Rabu, 19 Desember 2012. Saat razia berlangsung polisi menemukan alat hisap sabu, ganja, dan senjata tajam.  

Razia ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar,  Brigadir Jenderal Polisi Tugas Dwi Apriyanto dan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Kalbar, Lukardono.
 
Puluhan anggota Brimob Polda Kalbar bersenjata lengkap masuk di dalam rutan dan berjaga di luar pintu masuk rutan itu.
 
Sempat terjadi kegaduhan dan kericuhan di dalam rutan, karena penghuni rutan menolak dirazia. Bahkan seorang anggota polisi sempat diserang oleh penghuni rutan, namun tidak menyebabakn luka serius.
 
Dalam razia berkekuatan hampir dua ratus orang personil ini, polisi mengamankan beberapa buah alat hisap sabu di dalam rutan, alumunium foil, korek api, sendok sabu, pipa kaca, dua buah handphone,  satu linting ganja, enam senjata tajam dan satu buah gunting.
 
Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Polisi, Tugas Dwi Apriyanto, mengatakan razia di rutan ini merupakan pengembangan dari pengungkapan sebanyak 3,8 kg sabu senilai Rp5 miliar dari seorang bandar berinisial M pada November lalu.
 
"Berdasarkan pemeriksaan, M mengaku sabu itu dikendalikan oleh seorang narapidana yang menghuni rutan Pontianak berinisial A," kata dia.

Dia menambahkan A yang divonis selama enam tahun penjara mengaku mendapatkan sabu dari Malaysia. “Saat ini Polda Kalbar terus melakukan pengembangan penyelidikan terhadap M dan A".
 
Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Kalbar, Lukardono, mendukung digelarnya razia di dalam rutan. "Kita komitmen untuk memberantas narkoba di wilayah ini. Dan akan menindak secara hukum pegawai rutan dan lapas yang terlibat peredaran narkoba," katanya. (V /KR)


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT