Kesemutan, Kenali Gejala Aneurisma Aorta

Rabu, 29 November 2017 - 15:39:44 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Pecinta kuliner sekaligus jurnalis, Bondan Winarno pagi tadi tutup usia. Para sahabat mengungkapkan, meninggalnya Bondan karena aneurisma katup aorta, atau disebut juga aorta aneurysm.

Pria dengan jargon 'maknyus' ini, dalam tulisan di Facebook Jalansutra, Bondan bercerita bahwa kondisi kesehatan jantungnya mulai bermasalah sejak tahun 2005. Saat itu Bondan sedang bepergian Singapura-Jakarta tiba-tiba merasa ujung jarinya kesemutan. Nah, apakah jari-jari baal kesemutan tersebut bisa menjadi gejala aneurisma aorta?

Dilansir detikHealth, dr Isman Firdaus, SpJP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita mengatakan bahwa aneurisma aorta tidak memiliki gejala, seringnya hilang dan mudah pecah. Sehingga kadang-kadang pasien dengan aorta aneurisma aorta tidak terdeteksi.

"Baal dan kesemutan bukan gejala utama aneurisma aorta, kesemutan dan baal muncul apabila terjadi sumbatan pada pembuluh nadi di tungkai," kata dr Isman.

"Pembuluh darah utama dari jantung ketika nyemproti pembuluh darah aorta diameter 3-4 cm dan kalau sudah melendung 5-6 cm disebut aneurisma aorta," sambung dr Isman.

Dihubungi terpisah, pendapat yang sama disampaikan juga oleh dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA dari RS Mayapada Lebak Bulus, ia mengatakan bahwa aneurisma aorta sebenarnya jarang bergejala.

"Biasanya mulai bergejala jika ukuran aneurisma makin membesar," terang dr Ayu.

dr Ayu menyebut keluhan-keluhan aneurisma aorta biasanya meliputi nyeri dada yang tajam (seperti dirobek), nyeri punggung, bisa juga suara yang serak (hoarse), batuk berkepanjangan, ataupun sulit menelan.

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penyakit ini.

1. Penyakit atherosclerosis

Atherosclerosis adalah penyakit yang disebabkan adanya plak terbentuk di dinding arteri. Akibatnya, arteri menjadi lebih tebal. Arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. 

Plak yang terbentuk biasanya berasal dari kegemukan, kolesterol jahat, kalsium dan substansi lain yang terdapat pada darah. Lama kelamaan plak akan mengeras dan menjalar ke seluruh arteri dan arteri kemudian menyempit. Hal ini mengakibatkan masalah yang lebih serius termasuk serangan jantung, stroke atau bahkan kematian.

2. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan aneurisma. Kekuatan darah saat melewati pembuluh darah akan diukur dengan berapa banyak tekanan yang ditimbulkannya di dinding arteri. Jika tekanan meningkat di atas tingkat normal, hal itu mungkin memperbesar atau melemahkan dinding pembuluh darah. [***]
 

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT