Gunung Agung Meletus, Penerbangan Internasional Cancel

Sabtu, 25 November 2017 - 23:00:47 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Gunung Agung kembali meletus pada pukul 17.20 Wita. Letusan yang mengeluarkan asap kelabu kehitaman setinggi 1,5 kilometer.

Letusan ini berdampak pada penerbangan dari dan menuju Bali. Sejumlah penerbangan dibatalkan.

"Ada 16 penerbangan cancel," kata Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di Kuta, Sabtu (25/11/2017).

Ari melanjutkan, delapan penerbangan dari satu maskapai dibatalkan pascaletusan Gunung Agung itu. "Maskapai Jetstar membatalkan 16 penerbangannya dari dan menuju Bali," ujar dia.

Menurut Arie, pembatalan itu murni kebijakan maskapai penerbangan. Bandara Ngurah Rai belum mengeluarkan kebijakan apapun terkait aktivitas terkini Gunung Agung.

"Bandara masih beroperasi normal. Kebijakan pembatalan itu murni kebijakan maskapai penerbangan," ucap dia.

Ini daftar penerbangan yang cancel pasca-letusan Gunung Agung:

Kedatangan ada 7 penerbangan: 4 penerbangan Jet Star, 1 penerbangan KLM, 1 penerbangan Qantas, dan 1 penerbangan Virgin Air.

Keberangkatan ada 9 penerbangan terdiri dari 5 penerbangan Jet Star, 3 penerbangan Virgin Air, dan 1 penerbangan KLM.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, erupsi secara visual teramati dari daerah Culik dan Batulompeh ke arah Barat- Barat daya, asap kelabu-kehitaman tekanan sedang.

"Ini adalah erupsi kedua dari Gunung Agung dengan tinggi kolom abu lebih tinggi dari erupsi sebelumnya. Erupsi Gunung Agung pertama terjadi pada Selasa (21 November 2017) pukul 17.05 Wita dengan tinggi asap kelabu tebal dengan tekanan sedang maksimum 700 meter," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Hingga saat ini PVMBG masih terus menganalisis erupsinya. Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan dan vulkanik setelah erupsi hingga petang ini.

Dia menuturkan, status Gunung Agung hingga saat ini tetap Siaga (level 3). Tidak ada peningkatan status gunung api.

"Masyarakat diimbau tetap tenang. Jangan panik dan terpancing isu-isu menyesatkan," kata Sutopo.[mer-lp6]

 

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT