Napi WN Malaysia Kabur, 4 Petugas Lapas Diperiksa

Sabtu, 18 November 2017 - 15:16:23 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Empat orang penjaga Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis diperiksa oleh Petugas Ketertiban dan Keamanan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Riau, Sabtu (18/11/17)

Ketiga petugas Kanwil Kemenkumham Riau melakukan penyelidikan sebab musabab kaburnya gembong shabu asal Malaysia Muhammad Aziziee (33) yang ditahan di Lapas Bengkalis, Jum’at (17/11/17) malam, sekitar pukul 23.00 WIB kemarin.

Kepala Lapas Kelas II A Bengkalis, Agus Pritiatno menyampaikan, Muhammad Aziziee merupakan narapidana dengan masa hukum 15 tahun penjara.

Hanya saja, saat kejadian Agus Pritiatno tengah berada di Pekanbaru.

Setelah mendapatkan laporan ada napi yang kabur. Agus langsung melaporkan ke Kanwil Menkumham, untuk segera ditindaklanjuti.

"Waktu kejadian itu, ada 4 orang yang ditugaskan sebagai penjaga. Sehingga 4 orang tersebut saat ini sedang diperiksa oleh 3 petugas dari Kanwil Kemenkumham Riau tersebut," terangnya pada wartawan, Sabtu (18/11/17) siang.

Dia sampaikan, 4 petugas jaga tersebut selain sedang menjalani pemeriksaan, juga untuk sementara dinon-aktifkan bekerja. Dan apabila terbukti ada kesalahan dari ke 4 petugas tersebut, maka tindakan tegas dipastikan akan dikenakan.

"Kita belum tahu, sampai kapan pemeriksaan 4 petugas jaga tersebut akan selesai, atau mungkin akan dilanjutkan pemeriksaan oleh pejabat Kemenkumham yang diatasnya," tambah Agus.

Seperti diberitakan, Muhammad Aziziee yang telah di vonis 15 tahun penjara ditahan di Lapas Bengkalis, baru menjalani hukuman 3 tahun.

Muhammad Aziziee berhasil kabur pada Jum’at (17/11/17) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan keterangan petugas Lapas, Aziziee kabur dengan modus berpura-pura akan mengambil makan di pintu utama Lapas. Kemudian diam-diam kabur dari Lapas menggunakan topi, baju merah dan celana pendek.

Sampai berita ini dirilis, Sabtu pukul 12.22 WIB, Muhammad Aziziee masih belum tertangkap. [rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT