Harris Beri Sanksi Bagi Orang Tua Tak Sekolahkan Anak

Senin, 13 November 2017 - 11:30:55 WIB
Share Tweet Google +

HM. Harris,Bupati Pelalawan,Riau

Metroterkini.com - Berpijak pada keinginan Bupati Pelalawan, HM. Harris untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan di Pelalawan Riau, agar dapat mendapatkan siswa yang cerdas untuk memajukan Pelalawan, Harris punya strategi unggulan salah satunya memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan kualitas SDM yang dilaksanakan lewat program Pendidikan Gratis.

Tidak tanggung-tanggung, untuk mewujudkan hal ini, Pemkab Pelalawan mengancam memberikan sanksi bagi para orangtua yang tak mau menyekolahkan anaknya sementara biaya sekolah telah ditanggung oleh pemerintah.

Intinya, tidak ada lagi alasan orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya hingga ke tingkat SMA. Sanksi yang dijatuhkan kepada orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya itu berupa tidak memberikan administrasi kartu Jamkesda. 
"Tapi bisa juga mengarah kepada yang sanksi lain, misalnya, tidak melayani surat menyurat di kantor desa atau sanksi administrasi lain," jelas Harris disela - sela kesibukanya menuju Riau 1 Senin (13/11/17).

Pemerinta Kabupaten Pelalawan dalam hal ini akan membantu biaya karena mahalnya biaya pendidikan, yang akan menjadi kendala bagi siswa yang punya ekonomi lemah untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

"Denga sedikit menyisihkan APBD, kita akan bantu iuran bulanan, uang buku, uang gedung, uang praktik, sampai kepada biaya tak terduga lainnya," Ujar Harris.

Nantinya lanjut Bupati, takkan terjadi lagi anak-anak usia sekolah tak mengenyam pendidikan di Kabupaten Pelalawan, selain itu Pemkab akan mengeluarkan kebijakan dalam hal pendidikan gratis bagi semua jenjang sekolah.

"Tujuannya adalah agar tak ada lagi anak-anak usia sekolah yang tak mengecap bangku sekolah. Karena itulah, dalam pendidikan gratis nanti takkan ada lagi pungutan-pungutan yang terjadi di sekolah-sekolah, untuk kuliah siswa yang berprestasi akan dapat Bea Siswa," Ujarnya.

Pendidikan gratis sendiri telah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2013, tentang Penyelenggaraan Pendidikan Gratis.

Dalam pendidikan gratis ini, intinya ada 3 poin penting yang dimaksud dengan sekolah gratis. Poin pertama yakni gratis dari segala macam bentuk uang pembangunan fisik.

"Artinya siswa tidak dipungut biaya pembangunan fisik yang ada di sekolah seperti uang pembangunan kelas, mushalla, laboratorium, toilet dan lain sebagainya," Jelas Bupati yang juga mantan Ketua DPRD Pelaalwan 2 priode itu.

Untuk poin kedua yakni buku Lembar Kerja Siswa (LKS) atau buku pelajaran. Mulai dari tingkat SD hingga SMA/sederajat, siswa tidak dikenakan biaya untuk membeli buku.

"Karena itu, pihak sekolah tidak akan menjual LKS atau pun buku pelajaran karena telah dianggarkan dalam APBD. Apalagi buku pelajaran itu dirancang untuk dua tahun, dan sekarang masih dalam proses pelelangan," Lanjutnya.

Poin ketiga yaitu pemberkasan atau verifikasi. Artinya, siswa dalam hal ini akan mendapatkan kebutuhan sekolah berupa sepatu, kaos kaki dan seragam sekolah atau disebut full gratis, bagi fakir miskin dan golongan tak mampu.[basya]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT