Pesawat Listrik Akan Meluncur pada 2022

Senin, 09 Oktober 2017 - 21:27:56 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com – Sebuah startup di Seattle, yang didukung oleh perusahaan ternama Boeing dan JetBlue Airways mengumumkan rencananya untuk meluncurkan pesawat komuter hibrida-listrik kecil. Tak tanggung-tanggung, pesawat listrik itu akan menyusul taksi terbang yang telah diuji di beberapa negara, pada 2022 mendatang.

Pesawat berukuran kecil tersebut merupakan pesawat pertama dari beberapa pesawat yang direncanakan oleh startup Zunum Aero. Perusahaan mengatakan akan menampung 12 penumpang, didukung oleh dua motor listrik yang akan mengurangi waktu tempuh dan biaya perjalanan dibawah 1.000 mil (1.600 km).

Rencana dan jadwal yang dicanangkan oleh Zunum terbilang terburu-buru untuk mengembangkan pesawat listrik berukuran kecil. Hal itu dilakukan menyusul perkembangan teknologi baterai yang berkembang pesat dan sistem artificial intelligence (AI) yang menghindari rintangan dalam perjalanan atau di langit.

Dalam kesempatan terpisah Boeing mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengakuisisi sebuah perusahaan yang berfokus pada penerbangan listrik dan penerbangan otonom, untuk membantu upaya mengembangkan pesawat tersebut.

Disisi lain, beberapa perusahaan termasuk Uber dan Eropa Airbus tengah mengerjakan mobil bertenaga listrik. Meski begitu, Zunum tak berharap untuk menjadi perusahaan pertama yang merancang pesawat listrik.

Zunum hanya bertujuan untuk mengisi celah pasar penerbangan regional dimana pesawat jet dan komersial terlalu mahal untuk digunakan oleh sebagian orang.

Pesawat Zunum akan terbang dari ribuan bandara kecil di sekitar kota-kota besar untuk mengurangi waktu dan biaya perjalanan regional atau jarak dekat.

“Maskapai sangat ingin mengetahui cara terbang lebih dekat dan menghasilkan uang,” kata Matt Knapp, salah satu pendiri dan insinyur aeronautika dari perusahaan yang berbasis di Kirkland, Washington, dalam sebuah wawancara dilansir Okezone.

"Maskapai sangat ingin tahu bagaimana cara terbang lebih dekat dan menghasilkan uang," kata Matt Knapp, salah satu pendiri dan insinyur aeronautika di Zunum Aero.

Penerbangan dari Silicon Valley ke Los Angeles misalnya akan berangkat dari bandara Palo Alto, San Carlos, Hayward atau Reid Hillview dan tiba di bandara Santa Monica, Burbank, Hawthorne atau San Gabriel Valley. Dijelaskan perusahaan, biaya yang dibebankan untuk satu kali perjalanan hanya mencapai USD120 atau sekira Rp1,6 juta.

Waktu tempuh juga juga akan terpangkas setengahnya dari empat jam menjadi sekira du ajam dengan enghindari kerumunan dan jalur keamanan di hub besar yang dibutuhkan untuk pesawat yang lebih besar.

Zunum juga berencana untuk merakit pesawat berukuran lebih besar, dengan muatan hingga 50 penumpang pada akhir dekade berikutnya. Tak hanya itu, jangkauan pesawat tersebut juga akan meningkat menjadi sekira 1.000 mil seiring dengan meningkatnya teknologi baterai. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (9/10/2017). [oze]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT