UKG Riau Kacau, LPMP Dinilai Tak Profesional

Sabtu, 04 Agustus 2012 - 22:57:41 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Puluhan ribu guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Provinsi Riau yang menjalani Ujian Kopetensi Guru (UGK) sejak Senin (30/7/12) hingga Sabtu (4/7/12) pekan ini diikuti guru TK sampai SMA dihadapkan persoalan tehnis yang dinilai telah mengganggu kelancaran kegiatan tersebut.

Dilapangan banyak ditemukan persoalan yang diakibatkan oleh kesalahan mulai dari lokasi UKG hingga persoalan koneksitas jaringan internet. Karena UKG yang dilaksanakan se Riau menggunakan jaringan internet secara online. Program kegiatan UKG ini diselenggarakan Kemendikbud. Pengawasan UKG sendiri diawasi langsung oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau.

Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Riau, Isjoni mengakui adanya persoalan selama kegiatan UKG berlangsung. "Diakui ada sejumlah guru yang melaporkan, bahwa UKG yang mereka jalani itu bermasalah," kata Isjoni.

Menurut Isjoni lagi, ada guru menyatakan bahwa lokasi UKG secara online di Riau yang baru kali pertama dilaksanakan tidak ada koneksitas jaringan internet. "Dengan kejadian ini saya sangat menyesalkan sekali UKG yang tidak bisa berjalan lancar sebagai diharapkan pada hari pertama. Maka, untuk selanjutnya diharap penyelenggara bekerja lebih profesionalitas dan memuaskan," katanya.

Diakui Isjoni, pelaksanaan UKG di Riau yang dilaksanakan mulai Senin (30/7/12) kemarin jadi kacau. Pasalnya, UKG secara online di Riau untuk pertama kali dilaksanakan oleh LPMP Provinsi Riau."Bagaimanapun UKG ini harus diikuti para tenaga pendidik. Baik tingkat TK, SD, SMP, SMA sederajat yang berstatus PNS. Karena dengan adanya UKG ini, nantinya akan dapat dilihat kemampuan dan kapasitas dalam berkarya," ujarnya.

Dengan banyaknya persoalan yang dihadapi selama UKG berlangsung seperti diberitakan media massa, membuat sebagain guru stres dan pusing menghadapi peroalan tersebut karena UKG meruapakan suatu keharusan. Seperti yang dialami Guru SMPN 8 Pekanbaru, Asmilidar yang menyatakan
rasa kecewanya terkait sistem UKG secara online yang kacau, seperti UKG tingkat SMP ternyata soal yang keluar dilayar komputer adalah soal SMA.

Demikian juga yang dialami guru SMPN 15, Hermawati, yang mengikuti UKG di SMUN 8 Pekanbaru tersebut harus gagal di hari pertama, karena soal yang masuk atas namanya, ternyata soal milik guru SMA belum lagi jaringan internet yang lelet.

Persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada guru yang ada di kota Pekanbaru saja, bahkan untuk guru daerah juga demikian. Seperti yang terjadi Kabupaten Rohul, seperti yang dialami guru-guru di SMK Pemdes. Mereka mendapat informasi dari Dinas Pendidikan Rohul bahwa pelaksanaan UKG dimulai tanggal 3 Agustus 2012. Sehingga guru di SMK PEMDES Rohul itu tidak satupun yang mengikuti UKG.**ry


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT