Lukman Abbas Akui Berikan Uang ke Anggota Komisi X DPR

Jumat, 03 Agustus 2012 - 02:11:12 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Dalam sidang korupsi PON di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Kamis (2/8/12), terungkap bahwa Komisi X DPR RI menerima uang Rp9 miliar. Dana itu diberikan Pemprov Riau untuk meloloskan anggaran APBN. Pernyataan itu diungkapkan Lukman Abbas sebagai saksi dengan terdakwa Eka Dharma.

Namun secra terpisah hal itu dibantah oleh Komisi X DPR RI soal aliran dana suap untuk pencairan anggaran PON 2012 sebesar Rp9 miliar melalui oknum Komisi dari Fraksi Partai Golkar. Informasi itu membuat anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar Zulfadhli.

"Kalau diberikan ke Komisi X, jelas tidak ada," kata Zulfadhli di Jakarta.

Namun, dia mengaku tidak menutup kemungkinan apabila ada anggota Komisi X yang memang menerima aliran dana suap itu. "Biar KPK saja yang mendalaminya," kata Zulfadhli.

Ketika ditanya kemungkinan dirinya juga 'kecipratan' uang suap itu, Zulfadhil mengatakan hubungan dirinya tidak terlalu dekat dengan Kahar Muzakir, hanya sebatas sesama anggota Fraksi Golkar di Komisi X DPR.

"Saya tidak bersikap dulu karena tuduhan tersebut masih harus dibuktikan oleh KPK," kata Zulfadhil.

Dalam sidang korupsi PON, di Pekanbaru, Riau Lukman Abbas yang merupakan saksi dengan terdakwa Eka Dharma. Dalam kasus ini Lukman Abbas juga sebagai tersangka. Dia menjelaskan pihaknya memberikan uang ke Komisi X DPR, untuk meloloskan mata anggaran APBN untuk PON Riau senilai Rp250 miliar.

"Tapi sampai sekarang anggaran itu sendiri tidak pernah turun. Tapi kita sudah terlanjur memberikan ke Komisi X DPR sebanyak Rp9 miliar," kata Lukman Abbas dalam persidangan yang berlangsung Kamis (2/8/12).

Tambah Lukman menjelaskan, uang itu diberikan langsung ke Jakarta, diantar supirnya ke DPR dan diterima oleh Kahar Muzakir, anggota Komisi X dari Fraksi Golkar.

Dana Rp9 miliar itu dikumpulkan dari 4 BUMN yang menggarap proyek venue, yakni PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya.**bsc


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT