Model Destiya Laporkan Wako Terpilih Kendari

Kamis, 10 Agustus 2017 - 22:47:28 WIB
Share Tweet Google +

 

Metroterkini.com - Model cantik Destiya Purna Panca melaporkan Walikota Terpilih Kendari Sulawesi Tenggara, Adriatma Dwi Putra (ADP) ke SPKT Polda Metro Jaya, Selasa (8/8/2017) malam.

ADP diduga telah melakukan pencemaran nama baik dan atau penghinaan terhadap model kelahiran Jakarta 23 Desember 1988 ini, sebagaimana tercantum dalam Laporan Polisi Nomor LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum Tanggal 08 Agustus 2017.

Kasus ini bermula dari perkenalan ADP dan Destiya pada tahun 2016 silam, hingga berbuntut kepada hubungan khusus. Pada Juni 2017, ADP berjanji akan menikahi Destiya secara siri. “Harapannya agar hubungan kami sah di mata agama,” ujar Destiya di Mapolda.

Termakan janji tersebut, Destiya pasrah. Termasuk ketika melakukan hubungan layaknya suami istri. Dia memperlakukan ADP layaknya seorang suami, meski pernikahan siri yang dijanjikan belum terlaksana. “Waktu itu saya percaya bahwa nantinya pernikahan siri akan terjadi,” terang Destiya.

Celakanya, janji tinggal janji. Bulan Juli 2017 ADP justru sulit dihubungi. “Terkesan menghindar. Disitulah saya mulai panik,” tambahnya.

Tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, 14 Juni 2017 Destiya mengaku masih ‘berhubungan’ dengan ADP di Hotel Marina Bay Sand Singapura. Dia takut berbadan dua.

Pada 8 Juli 2017, Destiya kembali mencoba menghubungi ADP. “Saya ingin bicara baik-baik, menanyakan kelanjutan hubungan ini sekaligus menagih pernikahan siri yang dia janjikan,” jawabnya.

Lagi-lagi, ADP tidak merespon. Baru pada 9 Juli 2017 ADP menghubungi Destiya. Sayangnya, ADP bukan memberikan solusi terbaik untuk hubungan mereka, namun justru memaki-maki dengan ucapan kotor. “Semua saya rekam di ponsel,” imbuh Destiya.

Sebagai perempuan, Destiya merasa direndahkan martabatnya. Tak kuat dengan perlakuan tersebut, didampingi dua sahabatnya Destiya memilih menempuh jalur hukum.

Sementara itu ADP ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (10/8/2017) belum bisa tersambung. Berkali-kali dihubungi tidak diangkat. [sjah]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT