Ini Harapan Mahasiswa KKN Kebangsaan di Desa Sogitia

Jumat, 04 Agustus 2017 - 17:14:57 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Salah satu desa yang menjadi tempat pengabdian mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan tahun 2017 adalah desa Sogitia, yang berada di pesisir teluk Tomini, wilayah administrasi Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Kegiatan pengabdian yang diadakan oleh Kemenristek ini berlangsung sejak 22 Juli hingga 22 Agustus 2017. KKN Kebangsaan ini melibatkan 53 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia dan 2 universitas peninjau, yaitu University of Technology Malaysia dan Ehime University Jepang.

Desa Sogitia adalah desa yang diapit oleh tebing dan laut juga dilewati jalan trans Sulawesi. Meski begiu, desa ini masih termasuk dalam kategori desa tertinggal. Padahal desa ini memiliki potensi sumber daya yang bisa dimaksimalkan untuk menunjang perekonomian masyarakat  seperti cengkeh yang melimpah, wilayah yang strategis, dan panorama alam yang indah.

Melihat kondisi ini, Kelompok KKN Kebangsaan yang diposkan di desa Sogitia berkomitmen untuk mengokohkan kedaulatan pangan dengan memberdayakan masyarakat melalui program-program unggulan.

Supriyadi, mahasiswa KKN Kebangsaan 2017 dari Universitas Negeri Gorontalo menegaskan bahwa, "sasaran utama dari KKNK Desa Sogitia adalah masyarakat desa khususnya pemuda-pemudi yang tergabung dalam karang taruna selaku generasi muda. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi kesehatan dan kebersihan lingkungan, memaksimalkan jumat bersih, pembuatan abon tuna, pelatihan kader konservasi lingkungan, inventarisasi potensi desa, dan program-program lainnya yang bekerjasama dengan karang taruna dan BUMDes". 

Meskipun Desa Sogitia bukanlah Desa Terpencil karena dilewati jalur trans Sulawesi, namun program-program pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi pemicu kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Mardaniyah, mahasiswi Universitas HaluOleo, menyuarakan hal yang senada dengan Supriyadi. Majasiswi jurusan Kesehatan Masyarakat ini mengatakan "konservasi lingkungan adalah langlah yang tepat untuk membentuk karakter masyarakat yang siap mewujudkan ketahanan pangan. Apalagi desa ini sangat indah dan terdapat air terjun di lereng bukit. Semoga bila suatu saat desa ingin membuka lahan pariwisata air terjun, masyarakat sudah cukup sadar dalam  menjaga kelestarian lingkungannya dan mampu menciptakan produk-produk khas desa". 

Namun, Mardaniyah melanjutkan, bagaimanapun baiknya suatu program apabila hanya bersifat sementara dan tidak diteruskan secara berkala oleh pemerintah dan masyarakat, menurutnya akan menjadi percuma. Maka dari itu, sambung Mardaniyah, sebagai antisipasi hal ini, dalam merealisasikan setiap program kelompok kami selalu melibatkan warga. 

Dengan demikian, fokus utama program para mahasiswa yang teridiri dari berbagai universitas ini adalah pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Masyarakat diajak untuk langsung berpartisipasi sehingga usaha melestarikan lingkungan dan memajukan perekonomian desa tidak hanya sampai di pikiran masyarakat melainkan sampai ke tindakan teknis masyarakat iru sendiri.

"Bagi kami, partisipasi masyarakat adalah yang utama. Karena masyarakat adalah objek sekaligus subjek dalam merealisasikan program kami. Semoga saja setelah KKN Kebangsaan ini berakhir, program kami terus ditindak lanjuti oleh masyarakat dan pemerintah setempat.” lanjut Mardaniyah, saat ditemui di desa Sogitia, Kamis (3/8/17). [**]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT