15 Perampok Bersenpi Jarah Peralatan PT AA

Ahad, 29 Juli 2012 - 17:32:49 WIB
Share Tweet Instagram

Belum usai terungkap aksi kawanan perampok alat berat milik CV Karya Lestari di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras menggunakan senjata api (senpi) beberapa waktu lalu. Kali ini, aksi perampokan dengan menggunakan Senpi tersebut kembali terjadi Kecamatan Pangkalan Kuras kabupaten Pelalawan.

Kali ini 15 kawanan perampok menggunakan senpi kembali melakukan agresi militernya di perusahaan PT Arara Abadi (AA) Distrik Nilo Dusun Bukit Kesuma Dusun Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras, Jumat (27/07/12) dinihari kemarin sekitar pukul 01:00 WIB.

Dilokasi tersebut para kawanan perampok ini berhasil membawa kabur sejumlah komponen alat berat milik perusahaan PT AA seperti Kobelco SIS 15 ( Komputer, panel, kabel/hernes, selenoit), Kobelco SI 29 (Komputer, panel, kabel / hernes, selenoit, cas pomp / sensor), Kobelco SIS 33 (Komputer, panel, kabel/hernes, selenoit) dan  Mesin Cainsaw merk Sthil sebanyak 4 unit.

Informasi yang berhasil dirangkum wartawan dari keterangan saksi mengatakan, saat itu sejumlah kawanan perampok menggunakan senpi yang diduga berjumlah 15 orang,  Jumat (27/) dinihari sekitar pukul 01:00 Wib  mendatangi  lokasi petak 316 PT AA Distrik Nilo Dusun Bukit Kesuma Dusun Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras. Kemudian, setelah memasuki areal PT AA, salah satu pelaku aksi perampokan dengan menggunakan senpi genggam ini menembak ke atas dalam champ sebanyak sekali.

Mendengar suara letusan senpi tersebut, beberapa orang para PK (Penjaga Keamanan) PT AA yang berada didalam Camp tersebut kemudian berhamburan keluar mencari sumber suara letusan senpi itu. Namun, para kawanan perampok yang telah siap siaga menunggu di depan pintu masuk Camp PT AA ini, langsung menodongkan senpi kepada penjaga keamanan PT AA, ketika para penjaga keamanan tersebut hendak keluar Camp.

"Saat itu, saya beserta rekan penjaga keamanan lainnya yang berada di dalam Camp, mendengar suara letusan senpi. Namun, saat kami hendak keluar mencari sumber suara letusan senpi tersebut, tiba-tiba muncul sekitar 15 orang perampok menodongkan senpi kepada kami. Lalu salah satu dari perampok itu, memukul  teman saya dengan menggunakan tangannya, dan bahkan menginjak teman saya itu,"  kata KA (32) salah satu penjaga keamanan PT AA  ketika di konfirmasi, Sabtu (28/7/12) malam melalui telepon seluler.

Lebih lanjut dijelaskannya, setelah berhasil melumpuhkan para penjaga keamanan perusahaan tersebut, kawanan perampok ini langsung mempereteli komponen alat berat milik perusahaan PT AA seperti Kobelco SIS 15 ( Komputer, panel, kabel / hernes, selenoit), Kobelco SI 29 (Komputer, panel, kabel / hernes, selenoit, cas pomp / sensor), Kobelco SIS 33 (Komputer, panel, kabel / hernes, selenoit) dan 4 unit Mesin Cainsaw merk Sthil . Kemudian, setelah berhasil mengamankan hasil rampokannya, sekitar pukul 05:00 Wib dinihari, kawanan perampok ini langsung kabur membawa barang hasil rampokannya tersebut.

"Sekitar pukul 05:00 Wib dinihari, mereka (kawanan perampok-red) langsung kabur membawa barang milik perusahan ini. Kemudian, setalah kami pastikan situasi aman, kami pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada atasan kami, yakni Manager Harfesting CV Sarindo Siak Flora," ujarnya.

Ditempat terpisah, Manager Harfesting CV Sarindo Siak Flora,  DF (39) saat dikonfirmasi Riau Pos, Sabtu (28/7) mengakui kebenaran informasi terkait aksi  kawanan perampok menggunakan senpi  di lokasi petak 316 PT. Arara Abadi Distrik Nilo Dusun Bukit Kesuma Dusun Kesuma Kecamatan Pangkalan  Kuras.

"Ya, Jumat (27/7/12) dinihari sekitar pukul 05: 00 Wib,  saat itu saya sedang berada di PT Arara Abadi Distrik Sorek di hubungi oleh anggota saya KA.  Kata KA adanya kejadian perampokan dengan menggunakan senpi di lokasi petak 316 PT. Arara Abadi Distrik Nilo Dusun Bukit Kesuma Dusun Kesuma Kecamatan Pangkalan  Kuras. Lalu, atas informasi itu, saya pun berangkat menuju TKP dan melakukan pengecekan. Namun, Setelah saya lakukan pengecekan, ternyata tidak di temukan komponen alat berat berupa  Kobelco SIS 15 (Komputer, panel, kabel/hernes, selenoit), Kobelco SI 29 (Komputer, panel, kabel/hernes, selenoit, cas pomp/sensor), Kobelco SIS 33 (Komputer, panel, kabel/hernes, selenoit) dan  Mesin Cainsaw merk Sthil sebanyak 4 unit," beber DF yang berdomisili di Jalan Sekolah Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Kemudian, DF yang merupakan korban atas aksi perampokan ini, Jumat (27/7) sekitar pukul 17:00 WIB melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pangkalan Kuras. Akibat kejadian perampokan tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp150 juta.

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo melalaui Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Imam Seno SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Syeh Sarip saat dikonfirmasi Riau Pos, Sabtu (28/7) membenarkan adanya kejadian pencurian dengan kekerasan (Curas) oleh kawanan perampok dengan menggunakan senjata api (senpi).

"Saat ini, kita masih terus melakukan penyelidikan atas kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) alias perampokan ini dengan terus melacak arah kaburnya pelaku. Dan ada beberapa lokasi yang kita curigai setelah dilakukan penyisiran. Namun sejauh ini belum berhasil kita temukan dimana lokasi pasti persembunyian mereka," ujarnya.

Lanjut Kapolsek, dari keterangan para korban dan saksi yang telah dimintai keterangan oleh tim penyidik Sat Reskrim Polsek Pangkalan Kuras, telah menyebutkan ciri-ciri pelaku perampok tersebut. Namun demikian untuk menangkap pelaku tidaklah mudah, selain di perkirakan berjumlah 15 orang, para pelaku juga mengunakan senjata api. **ma


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT