250 Ton Sabu Asal Tiongkok Sudah Masuk Indonesia

Ahad, 23 Juli 2017 - 21:33:53 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, perkembangan narkotika di Indonesia sangat memprihatinkan. Berdasarkan fakta dan data yang didapatkan BNN dari kementerian dari Cina dengan aparat kepolisian dari tiga negara bagian dari Tiongkok.

“Kalau kemarin kami baru menangkap 1 ton narkoba jenis sabu yang didatangkan dari China itu belum apa-apa. Belum ada apa-apanya. Karena satu bulan sebelum puasa kita kecolongan 5 ton narkotika jenis sabu dan masuk ke indonesia. Jadi ini yang tertangkap, yang lolos lebih banyak,” ucap Budi Waseso di Yogyakarta, kemarin (21/7/2017).

Menurut Buwas, jumlah narkotika yang masuk ke Indonesia sangat besar. Data yang diterimanya dari kepolisian di Tiongkok, narkotika jenis sabu yang diproduksi dan masuk ke Indonesia pada 2016 jumlahnya mencapai 250 ton.

Sementara untuk prekusor atau bahan narkotika dan obat-obatan yang masuk ke Indonesia itu jumlahnya mencapai 1097,6 ton.

"Tadinya saya bangga bahwa 2016 BNN bisa menyelamatkan 3,4 ton untuk sabu saja karena yang saya hitung generasi muda bangsa Indonesia yang bisa diselamatkan. Dari 1 juta ton sabu itu menyelamatkan 5 juta generasi muda. Tapi ternyata data dari Tiongkok itu 250 ton sabu yang masuk,” tambahnya.

Tak hanya dari China, Buwas menyebut, jaringan narkoba asal Filipina juga sudah mulai mengincar Indonesia sebagai pasar baru. Itu terjadi setelah presidennya, Rodrigo Duterte, memerangi peredaran narkoba dengan tegas dan keras.

Terbukti, sambung dia, aparat kepolisian berhasil menyita satu kontainer berisi sabu yang rencananya akan dikirim ke Indonesia.

“Sasaran utamanya itu generasi muda. Dari anak bayi belum dua tahun sudah ada dua korbannya dari dua wilayah, yaitu di NTB dan Kalteng.

Korban dari SD dan TK sudah, SMP dan SMA sudah. Mahasiswa banyak banget,” ucap Buwas.

Buwas menambahkan, peredaran narkoba di Indonesia tak hanya jenis sabu saja.

Menurutnya, berbagai jenis narkoba masuk ke Indonesia melihat pangsa pasarnya yang besar. Terakhir narkoba jenis baru bernama flaka yang keberadaannya berhasi dideteksi laboratorium BNN.

Adapun Flaka merupakan jenis narkoba yang ramai diperbincangkan di Youtube di mana pemakainya bisa seperti orang gila.

Tembak di Tempat

Presiden Joko Widodo menginstruksikan aparat hukum untuk menembak di tempat para bandar narkoba yang beroperasi di Indonesia.

"Sudah saya katakan, sudahlah tegasin saja. Terutama pengedar-pengedar narkoba asing yang masuk dan sedikit melawan. Sudah, langsung ditembak saja. Jangan diberi ampun," ujar Jokowi dalam pidato acara Mukernas PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7/2017).

"Karena betul-betul kita ini ada pada posisi yang darurat di dalam urusan narkoba," lanjut dia.

Mendengar pernyataan Presiden Jokowi tersebut, para peserta Mukernas yang terdiri dari kader serta fungsionaris partai berlambang Kabah tersebut langsung bertepuk tangan riuh sembari bersorak mendukung.

Jokowi mengakui, saat ini Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah kepemimpinan Budi Waseso sudah tegas menindak para bandar narkoba.

"Sekarang memang Polri dan BNN betul-betul sudah tegas kok," ujar Jokowi.

Pernyataan Jokowi soal tembak di tempat bandar narkoba itu sendiri merupakan jawabannya atas rekomendasi PPP kepada pemerintah yang disampaikan Ketua PPP Romahurmuziy sesaat sebelumnya.

Salah satu rekomendasi PPP, yakni mendesak pemerintah untuk menindak tegas pelanggar UU Narkoba sekaligus melakukan pencegahan yang komprehensif. [**]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT