430 WNI Dideportasi Turki, RI Harus Tanggapi Serius

Kamis, 20 Juli 2017 - 17:51:08 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menilai data terkait 430 warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Turki perlu dikaji lebih lanjut. Langkah itu guna memastikan ada atau tidaknya WNI yang menjadi simpatisan kelompok Negara Islam Irak Suriah ( ISIS).

Selain itu, menurut Suhardi, data tersebut juga tidak menyebutkan apakah ke-430 WNI hanya orang dewasa atau termasuk anak-anak.

"Kalau data itu, kalau kita itu kan termasuk anak-anak dan perempuan. Makanya jangan terlalu ini juga (dikhawatirkan)," kata Suhardi Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hari kedua di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (20/7/2017).

Menurut Suhardi, jika dihitung dengan membandingkan jumlah total penduduk Indonesia yang mencapai 200 juta jiwa, maka angka 430 orang tersebut terbilang kecil. Suhardi yakin, terorisme masih bisa diantisipasi.

"Sebanyak 400 sekian (430) dari populasi kita sebanyak 200 juta lebih ya. Secara persentase, kita masih bisa mengendalikan lah," kata dia dilansir kompas.

Namun demikian, lanjut Suhardi, bukan berarti isu terorisme diabaikan. Berkaca pada peristiwa di Marawi Filipina, menurut Suhardi, pergerakan kelompok separatisme di sana bermula dari kelompok yang jumlahnya kecil.

"Ya, ini harus ditanggapi serius walaupun jumlahnya kecil tapi kan bisa jadi dominan kaya di Filipina Selatan, kita belajar dari situ," kata Suhardi.

Kementerian Luar Negeri menyebut, sepanjang 2015-2017, ada 430 WNI yang dideportasi dari Turki. Rinciannya, 193 WNI di tahun 2015, 60 WNI di tahun 2016 dan 177 WNI di tahun 2017.

Meski begitu, WNI yang dideportasi itu belum bisa dipastikan sebagai simpatisan ISIS dan hendak menyebrang ke Suriah. Perlu ada pemeriksaan lebih lanjut apakah mereka terkait ISIS dan terancam sanksi pidana.[**]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT