Oknum Dewan Diduga Titip Paket di UPL Sekdakab Bengkalis

Senin, 23 Juli 2012 - 20:40:06 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Informasi berkembang, jika ada sejumlah oknum anggota DPRD Bengkalis titip dana aspirasi masyarakat (Asmara) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setdakab Bengkalis.

Sesuai aturan penitipan dana 'asmara' melalui paket proyek di ULP sangat bertentangan dengan peraturan, dan menandakan jika dewan ikut campur dalam urusan teknis proyek.
 
M Fakrurrozy alias Agam, Direktur LSM Gerakan Muda Peduli Aspirasi Rakyat (GEMPAR) Bengkalis, mengatakan, pihaknya meminta agar ULP benar-benar selektif dan tidak luluh dengan segala bentuk intervensi dari pihak manapun. Termasuk oknum-oknum anggota dewan dan Timses yang disebut-sebut menguasai sejumlah proyek.
 
Dikatakan Agam, berembus kabar jika ada oknum anggota DPRD yang coba-coba menitipkan dana aspirasi masyarakat nya di ULP. Jika memang terbukti agar aparat hukum tidak tutup mata dengan hal tersebut, karena sesuai tupoksi anggota DPRD tidak diperkenankan untuk ikut campur sampai hal teknis proyek.
 
"Dana aspirasi masyarakat itu sah-sah saja. Tapi dalam ketentuan DPRD tidak bisa intervensi dan diperkenankan ikut campur tangan sampai hal teknis. Dewan hanya tunjuk lokasi, selanjutnya ditangani oleh dinas terkait, dewan juga tidak boleh mengurus siapa yang akan kerja karena hal itu tidak diperbolehkan. Silahkan SKPD yang terkait atau ULP yang tentukan kontraktornya," ujar Agam.
 
Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis Mukhlis, SH, MH yang diwawancarai terkait rumor jika ada oknum DPRD yang menitipkan dana aspirasinya ke ULP. Mukhlis mengaku baru mendapatkan kabar.
 
"Ya itu baru kabar yang kita dapatkan. Tapi secara keuangan dana aspirasi itu boleh-boleh saja. Akan tetapi ada mekanime yang harus dilalui, legislatif boleh menunjukkan lokasi atau mengusulkan. Tapi tidak harus dia (DPRD,red) yang mendapatkan atau terlibat dalam urusan proyek, sampai-sampai dikabarkan ada yang langsung mengerjakan di lapangan. Nah ini yang dilarang," kata Mukhlis.

Jika memang nantinya ditemukan di lapangan, sambung Mukhlis, Kejaksaan tidak akan segan-segan untuk menindak tegas, dan memproses sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. "Semoga saja rumor atau informasi ini tidak benar. Memang banyak laporan yang kita terima tapi belum saya lihat bentuk laporannya, apakah mengarah ke sana. Tapi yang jelas kita tetap awasi," kata Mukhlis saat usai penandatangan pakta integritas di Kantor Kejari Bengkalis.**ek

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT