Polres Pelalawan Segera Gelar Razia Petasan

Sabtu, 21 Juli 2012 - 16:03:20 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Bulan suci Ramadan seperti sebelumnya peredaran petasan atau mercon mulai marak dan sebagian masyarakat meresahkanya. Karena selama ini banyak efek negatif dari main petasan seperti kebakaran dan kecelakaan yang membahayakan nyawa seseorang. Untuk meredam kebiasaan buruh tersebut, jajaran Polres pelalawan akan segera melakukan razia.

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, melalui Kabag Ops Kompol Andi Salamon MH, kepada Pekanbaru MX, mengatakan pihanya melarang penjualan petasan karena masuk kategori bahan peledak. "Kita telah mengintruksikan seluruh Kapolsek di jajarannya untuk mengelar penyakit masyarakat (Pekat) termasuk petasan. Setelah bulan puasa sudah diambang pintu, ini etensitas penjualan petasan akan meningkat," ungkap Kabag Ops.

Apalagi Raiza yang akan dilakukan ini mengigat bahaya dari petasan, karena selama ini telah banyak yang menjadi korban salah satunya warga Pangkalan Kerinci yang terkedak ledakan petasan hingga sebahagian tubuhnya melepuh dan harus di rawat di rumah sakit.

"Selain kita merazia petasan, juga kembang api yang memiliki bunyi ledakan keras ikut disita. Kalau memang tidak ada memiliki izin. Makanya kita sedang menyelidiki dari mana dipasok petasan yang kini sudah mulai di kaki lima di kota Pangkalan Kerinci," ujar Andi Salamon.

Namun dikatkan Kabag Ops, selain merazia para pedangan petasan dan mengincar pemasoknya. Juga pihanya melakukan operasi pekat dengan sasaran warung atau kafe remang-remang, panti pijat plus-plus, dan hotel melati yang diduga menyediakan tempat maksiat tersebut.

Sehingga nantinya umat muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusuk, terutama saat salat tarawih tidak ada bunyi ledakan petasan. Peredaran minuman keras (Miras) serta aktifitas portitusi akan bersih yang selama ini banyak beroperasi di Jalan Lingar, Jalan Akses RAPP, Lintas Timur dekat jalat Beton, dan Pangkalan Lesung.

"Beberapa hari lalu kita sudah mulai razia pekat dan ada 14 wanita yang diduga PSK berhasil ditangkap. Namun setelah dibuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi diperbolehkan pulang. Tetapi apabila tertangkap lagi maka akan diproses secara hukum ke pengadilan," ungkapnya.


Untuk itu ditambahkan Kabag Ops, pihanya mengharapkan dukungan baik dari pemerintah kabupaten Pelalawan, tohoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat banyak dalam memerangi pekat tersebut. "Mari kita sama-sama menjaga lingkungan tempat tinggal dan memerangi pekat yang telah meresahkan itu," timpanya.**am

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT