Lagak Tak Tahu, Wan Syamsir Dimarahi Hakim

Kamis, 19 Juli 2012 - 19:55:15 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Sidang kasus suap PON Riau yang menjerat pejabat, anggota dewan serta pihak kontraktor, kembali digelar Kamis (19/7/12) di PN Tipikor Pekanbaru. Sidang kali ini yang menghadirkan Sekdaprov Wan Syamsir Yus sampai terlihat gugup menghadapi hakim. Tidak hanya terdakwa saja, saksi yang dihadirkan juga ketar ketir dan gemetar memberikan jawaban sejumlah pertanyaan.

Buktinya, setelah sidang sebelumnya saksi Topan Andoso Yakin dan Muhammad Dunir yang dibuat ciut. Pada sidang lanjutan kali ini, Kamis (19/7/12) Sekdaprov Riau, Wan Syamsir Yus, juga terlihat bingung dan ciut nyalinya. Begitu dicerca hakim dengan sejumlah pertanyaan. Terkait kasus suap yang disidangkan ini. Dengan terdakwa Eka Darma Putra, Kasi Sarana dan Prasarana Dispora Riau.

Bahkan, Wan Syamsir lebih banyak menjawab tidak tahu tentang Perda untuk venue PON ini. " Kalau masalah pembahasan Perda No 05, Perda No 06, Perda No 07, saya tidak tahu pak hakim. Yang tahu hanya, Lukman Abbas, Kadispora Riau," kata saksi kepada majelis hakim yang diketuai, Krosbin L Gaol SH.

Saksi yang dihadirkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Risma Ansari SH, Asrul Alimin SH dan Nurul Widiasih SH ini, terlihat bingung dan gelisah tiap kali hakim menanyakan pembahasan Perda No 05 dan Perda No 06.

Hanya saja, PON XVIII yang direncanakan dibuka pada tanggal 9 September 2012 nanti itu, saksi tahu dianggarkan dengan biaya anggaran APBD senilai Rp 1,2 Triliun. Namun kalau masalah mengenai perdanya maupun revisinya, saksi tidak tahu, yang tahu hanya Kadispora.

"Bagaimana Perda nomer 05 dan Perda nomer 6 itu direvisi, saya kurang tahu. Bahkan tidak tahu sama sekali pak hakim. Sebab yang menyusun Perda itu adalah SKPD di Dispora," jawabnya.

Selain itu, Revisi Perda No 06, saksi hanya tahu surat pengantarnya saja tentang rancangan daerah tentang revisi tahun 2012. Namun yang merumuskan Perda itu SKPD Dispora. Setelah dirumuskan, kemudian diajukan ke DPRD. Tanggal 7 Maret 2012, melalui paripurna, Gubernur menyampaikannya ke dewan. Kemudian ditanggapi fraksi fraksi," jawabnya lagi.

Selanjutnya, hakim menanyai saksi lagi. Kenapa Perda No 06 itu direvisi. Padahal Perda ini berlaku hingga tahun 2012," tanya hakim. Saksi kembali menjawab, "tidak tahu, yang tahu pasti hanya Kadispora pak hakim," kata saksi.

Selanjutnya saksi juga tak bisa jawab, apa Perda bisa berjalan setelah direvisi. Saksi mengatakan hanya Kadispora yang bisa jawab. Saking seringnya saksi menjawab dengan kata tidak tahu, majelis hakim sempat memarahi saksi, agar serius memberikan jawaban. Sebab, jawaban saksi terdahulunya sudah ada di BAP. Jadi diminta kepada saksi agar serius. Mendapat teguran dari hakim itu, saksi terlihat kelimpungan.

Dengan sedikit grogi, saksi mengatakan, Untuk revisi perda, pertemuannya dirumah Gubernur, Rusli Zainal. Dimana dalam pertemuan itu yang ikut yakni, Sekdaprov (saksi), Gubri, Ramli Walid, SF Haryanto (kadis PU) dan Surya Maulana. Dan yang dibahas tentang Perda No 05," ucap saksi.

Selanjutnya, Berapa lama pihak DPRD Riau merevisi perda. Saksi jawab dimulai 3 April 2012. Namun saksi tidak tahu berapa kali pertemuan untuk membahas Perda itu. Saksi sendiri sendiri hanya dihubungi via SMS oleh Lukman Abbas, tentang fatwa revisi Perda itu," ungkapnya.

Hanya saja diwaktu Pertemuan di rumah Gubri itu, saksi melihat Gubri, Rusli Zainal marah2 kepada Lukman Abbas. Namun apa permasalahannya, saksi tidak tahu," terangnya.

Pada waktu pembahasan perda ini, Saksi me ngaku pernah didatangi Johar Firdaus, Ketua DPRD Riau dan Kabiro Hukum, Kasiarudin SH, pada malam hari terkait perubahan perda ini," tuturnya.**hr

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT