Pejabat Kejari Bengkalis Teken Pakta Integritas Anti KKN

Kamis, 19 Juli 2012 - 19:35:13 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Menciptakan pelayanan prima kepada masyarakat, dan keterbukaan penanganan perkara, serta perubahan paradigma aparatur hukum terhadap tindakan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis. Lima pejabat di instansi tersebut teken Pakta Integritas, Kamis (19/7/12).

Penandatanganan berlangsung di Aula Kantor Kejari Bengkalis, disaksikan langsung Kepala Kejari Bengkalis Mukhlis ini, 5 (lima) pejabat Eselon III dan IV itu sepakat menolak KKN antara lain, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Arjuna Meghanada, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) T. Firdaus, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Abdul Malik Kalang, Kasubag Bin Mulyadi Ngadiyo, dan Kasi Pemeriksaan Alawi.

Didalam pengarahannya, Kepala Kejari Bengkalis Mukhlis mengatakan, tujuan teken Pakta Integritas ini untuk lebih terbuka dalam setiap penanganan perkara. Selain itu diharapkan jajaran Jaksa di Bengkalis melakukan penegakan hukum berhati nurani, dan tetap mengedepankan masyarakat kecil dalam pelayanan.

"Kepada pejabat yang ada di lingkungan Kejari Bengkalis saya harapkan untuk memperhatikan orang-orang atau masyarakat kecil. Tegakkan hukum berhati nurani, dan bersama-sama menjaga profesionalisme dalam bertugas, serta tetap mengkedepankan proses hukum secara jujur dan adil," pintanya.

Ditambahkan Mukhlis, penandatanganan Pakta Integritas ini tidak hanya dilaksanakan di Kejari Bengkalis saja. Akan tetapi juga dilaksanakan di seluruh kejaksaan di Indonesia, dan sesuai dengan perintah dari Kejaksaan Agung.

"Untuk menciptakan masyarakat sadar untuk tidak melakukan KKN. Kita memulainya dari sini. Pakta integritas ini diharapkan tidak hanya diatas kertas saja, namun juga dari kepribadiaan masing-masing dalam melaksanakan tugas," imbuhnya.

Mukhlis juga menegaskan, tetap akan membidik pelaku-pelaku koruptor yang merugikan keuangan negara/daerah. Namun, untuk penanganan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).

"Target kita bagaimana Bengkalis ini tidak ada yang namanya tindak pidana korupsi, sehingga masyarakat sadar jika KKN adalah penyakit yang paling berbahaya. Perkara Tipikor menjadi pengawasan kita, saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap dugaan kasus korupsi proyek pengadaan Multimedia. Hari ini mulai kita periksa, untuk tersangka belum kita tetapkan, nanti setelah hasil pemeriksaan selesai, kita akan informasikan ke media," tegasnya.**kd


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT