Ternak Lebah, Kegiatan Sampingan Hasilkan Rupiah

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Lebah madu mempunyai produk diantaranya adalah madu, lilin lebah, propolis, pollen (tepung sari), royal jeli, dan masing-masing kaya akan manfaat. Dahulu untuk mendapatkan semua itu, orang akan berburu ke hutan dengan membakar sarang agar lebah pergi dari sarangnya, kemudian dari sarang tersebut diambil hasilnya.

Cara tersebut akan memutus keturunan lebah dan koloninya, sehingga membuat lebah semakin sulit dicari. Disini cara agar tetap lestari adalah dengan beternak lebah madu, berikut kita menuliskan step by step panduan terlengkap cara ternak lebah madu bagi pemula. Tentaunya kita akan sederhanakan agar bisa dilakukan bagi mereka yang akan memulai bisnis ini.

Pemilihan Tempat Ternak Lebah Madu

Pemilihan tempat, itulah hal pertama yang harus kita lakukan jika berencana beternak lebah madu, karena akan mempengaruhi hasil dan umur dari lebah, pemilihan tempat yang tidak tepat membuat madu yang dihasilkan tidak bisa maksimal dan kualiatas kurang bagus.

Suhu
Cari tempat dengan suhu ideal, lebah biasa tinggal di suhu rata-rata 26 derajat celcius. maksimal. Untuk mengakali suhu kamu bisa perkirakan ketebalan kayu yang digunakan untuk membuat sarangnya, ini untuk menghindari perubahan suhu yang mendadak didalam sarang lebah.

Hindari Keramaian
Cari tempat yang sepi, keramaian membuat lebah menjadi agresif, membuatnya cepat mati. Disamping itu jika ditempatkan dikeramaian akan berbahaya untuk orang lain disekitarnya.

Terdapat sumber air bersih
Air berguna untuk minum lebah. Kalau tidak ada bisa disedikan sendiri.

Tempat banyak bunga
Carilah tempat tumbuhan yang banyak bunga degan jarak tidak boleh lebih dari 2 km. Cara ini bisa diakali dengan sesekali membawa sarang lebah ke tempat yang terdapat banyak nektra nya.
Hindari tempat yang terdapat dari angina kencang. Ini bisa dilakukan dengan membatasi sekitar tempat perlebahan.

Pemilihan tempat tentunya fleksibel, bahkan jika hanya berada dipekarangan rumahpun tidak mengapa, asal hal-hal mendasar seperti tersedianya nektar, air bersih dan tidak adanya angin kencang disekitarnya harus terpenuhi. Tetapi tentunya lebih maksimal jika semua syarat diatas terpenuhi.

Membuat Kandang Lebah

Setelah penentuan tempat, selanjutnya penentuan alat dan bahan, ini kita gunakan untuk membuat sarang dan untuk memanen madu yang telah dihasilkan lebah nantinya, diantara yang diperlukan adalah garpu lebah, gergaji kayu, pisau lebah, gunting seng, palu, pengasap untuk menjinakan lebah, masker untuk mngamankan diri ketika panen.

Sedangkan bahan yang perlu kita persiapkan untuk pembuatan sarang lebah, atau biasa disebut stup adalah kayu, paku, kawat kasa, tali rami atau plastik kaleng minyak bekas atau cukup gunakan kayu glondongan kalau ada. Tempatkan stup dengan menggantungnya untuk menghindari serangan hama.

Setelah selesai pembuatan kandang tempatkan kandang menghadap arah timur, tetapi tetap teduh ketika siang hari, bisa menggunakan atap juga. Jika membuat stup lebih dari satu. Susun setup tersebut secara berderet dengan memberikan jarak sekitar 1.5 meter. Jika setup disangga maka kasih air atau minyak pelumas, dan oleskan obat semut agar tidak diganggu serangga.

Tentunya setelah pembuatan kandang hal terpenting adalah lebahnya, Kita butuh lebah yang berkualitas untuk hasil panen terbaik. Ada tiga cara memperoleh lebah untuk mengisi stup yang telah kita persiapkan sebelumnya.

A. Memasang Perangkap

Secara pasif kita bisa membuat tempat pemancing yang terbuat dari batang kelapa yang dibuat rongga-lubang, biasa disebut glodog (klutuk). Glodog ini harus dalam keadaan kering untuk menghindari tumbuhnya jamur. Kita hanya menunggu sampai terisi koloni lebah yang mau bersarang disitu. Tempatkan glodok ditempat teduh, seperti dahan pohon yang rindang.

Buat lubang glodok jangan terlalu besar untuk menghindari masuknya tokek kedalamnya. Setelah terisi koloni lebah harus dipindah dengan hati-hati. Setelah setup siap, glodok dibuka dan dibalik tepat dibawah stup, lakukan dengan pelan. Kemudian ketuk-ketuk glodog dengan pelan dan halus, untuk mempercepat pemindahan koloni kedalam stup.

B. Berburu di Alam Liar

Ketika berburu siapkan terlebih dahulu kurungan ratu, kotak buru, kain kasa hitam berbentuk kerucut (seperti jaring). Setelah menemukan koloni segera cari lebah ratu dan masukkan kedalam kurungan ratu. Letakkan kain kasa hitam diatas koloni, dengan lubang menghadap koloni, kemudian lebah diusik supaya terbang semua dan hinggap di kain kasa tersebut. Dapat dilakukan dengan asap rokok, atau obat nyamuk supaya lebah berpindah meninggalkan sarangnya.

Apabila lebah sudah masuk kekain kasa segera tutup dan ikat, siap dibawa pulang. Selanjutnya sarang dimasukkan kedalam sisiran/frame. Tentunya pilih sarang yang masih bagus, ada madu dan anakan, potong dengan hati-hati dan tempelkan pada sisiran, jangan lupa diikat. Simpan dan masukkan sarang yang sudah melekat pada sisiran tersebut kedalam stup baru. Jangan lupa tertibkan koloni dalam kotak eram.

C. Membeli Koloni Lebah Madu Lengkap dengan Stup/Glodog

Cara ini paling lazim dilakukan, pilih bibit unggul yang sudah dipasarkan. Di Indonesia sendiri ada dua tipe yaitu A. Cerana (lokal) dan A. Mellifera (impor). Disini ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni lebah baru, oleh sebab itu pemilihan jenis unggul bertujuan agar dalam satu koloni lebah bisa berproduksi secara maksiml. [mer]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT