Pasca Alami Penurunan, Toyota Pasang Target Tinggi

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Ekspor kendaraan milik Toyota di sepanjang 2016 mengalami penurunan ketimbang tahun sebelumnya. Ekspornya ke beberapa negara tujuan berhenti di angka 169 ribu unit sampai Desember 2016, sedangkan 176.737 unit berhasil terjual di 2015.

Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengatakan meski turun di tahun lalu, pihaknya justru optimis untuk ekspor di 2017 dengan menargetkan ekspor kendaraannya tumbuh 10 persen dari tahun sebelumnya.

"Tahun ini ya kami targertkan ada kenaikan 10 persen dari tahun lalu," kata Warih kepada media ini kemarin.

Menurut Warih, penurunan jumlah ekspor 2016 paling terasa di beberapa kawasan Timur Tengah dengan alasan menurunnya kondisi perekonomian di sana. Namun, untuk negara lain tujuan ekspornya masih dalam jumlah yang relatif stabil.

"Ya Saudi Arabia dan kawan-kawanlah," ujarnya dilansir CNNIndonesia.

Ia melanjutkan, untuk mencapai pertumbuhan 10 persen pada pasar ekspor, pihaknya sudah memiliki rencana. Salah satunya ialah menambah destinasi untuk melempar produknya, begitu juga dengan memasukan model baru pada negara sebelumnya.
 
"Kami ada destinasi baru dan, model baru di destinasi lama. Yang lain hanya nambah volume ya," ujarnya.

Sebagai destinasi baru, yakni Maroko, TMMIN akan mengekspor Kijang Innova. Sedangkan Argentina, yang semula hanya mendapat ekspor Fortuner, kali ini TMMIN akan mulai memasukan model lain, Innova.

Kata Warih, ada tiga mobil produknya yang menjadi favorit dari negara lain. Misalnya Fortuner, Vios dan Innova. Untuk Fortuner di 2017 Toyota berhasil menerbangkan sebanyak 49.018 unit dan Vios, sebanyak 23.855 unit.

Naiknya target pertumbuhan ekspor 2017, nampaknya sejalan dengan pertumbuhan yang ditargetkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebesar tujuh persen, dari tahun kemarin yang berhenti di angka 201 ribu unit untuk semua merek dan segmen kendaraan.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara mengatakan sedikitnya ada 80-an negara yang menjadi destinasi ekspor oleh masing-masing produsen otomotif tanah air. Tetapi, hanya lima negara yang menjadi pasar utama, diantaranya Filipina, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bangladesh.

Kukuh juga ingin Indonesia mengoptimalkan Australia sebagai destinasi baru pasar ekspor. Negara kangguru dianggap memiliki potensi baik dalam ekspor, mengingat satu persatu produsen otomotif di negara tersebut memilih untuk pergi.

Dalam satu tahun, Australia dapat mengimpor kendaraan sebanyak 1,2 juta unit dari negara lain.

"Kalau kami tahu apa yang mereka butuhkan dan mampu menyediakan, serta persyaratannya terpenuhi kenapa tidak," ujar Kukuh.

Namun, Warih mengaku bahwa TMMIN belum memiliki rencana untuk melebarkan sayap dalam hal ekspor ke australia. Ingin memperkuat pasar domestik, menjadi alasan tidak terburu-buru menjadikan Australia sebagai pasarnya di tahun ini.

"Harus domestiknya kuat dulu mas, harus domestik marketnya strong dulu baru kami ekspand ke ekspor," kata dia.

Meski menyadari terdapat peluang di negara tersebut, bagi dia, perlu ada kajian mendalam terhadap keinginan warga Australia dengan produksi di Indonesia. Yang mana, Indonesia tidak memiliki produksi mobil berjenis 4x4, doble cabin hingga sedan, sesuai dengan pasar Australia.

"Modelnya cocok ga ama produk-produk di Indonesia. Kita itu ga punya. Makanya produk keinginan Australia match tidak dengan produk-produk di Indonesia. Itu yang jadi konsen kami," kata Warih. [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT