Kamerad Akan Laporkan Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) melaporkan calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Laporan itu menyebutkan Anies diduga menjadi makelar proyek di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Presidium Kamerad Haris Pertama mengungkapkan salah satu bukti yang menunjukkan indikasi itu, antara lain adanya temuan bukti transfer yang dilakukan Yudi Setiawan kepada adik Anies, Abdillah Rasyid Baswedan, sebesar Rp 5 miliar. Dalam bukti transfer itu juga ada keterangan bahwa itu adalah fee untuk proyek VSAT.

Saat peristiwa itu terjadi, Anies masih menjadi rektor di Universitas Paramadina. Selain itu, ia merangkap sebagai Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut Haris, Yudi merupakan pemenang tender proyek tersebut. Ia menduga uang Rp 5 miliar itu sebenarnya ditujukan kepada Anies. "Abdillah ini hanya perantara," kata Haris saat dihubungi, Senin, 30 Januari 2017.

Haris menduga Anies adalah makelar proyek Desa Berdering yang digarap pada 2012 itu. Alasannya karena Anies merupakan kader Partai PKS dan dekat dengan Menteri Komunikasi dan Informatika kala itu, Tifatul Sembiring.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan lembaganya akan melihat sejauh mana laporan dari Kamerad. "Jika bukti-bukti cukup dan ada kewenangan KPK," katanya. Maksudnya, KPK hanya bisa menangani seseorang yang menjadi penyelenggara negara.

Setelah laporan dipastikan tidak masuk dalam ranah dan wewenang KPK, pihak Kamerad akan melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya pada Rabu (1/2/2017).

Sebelumnya Tim Anies Baswedan melaporkan Haris Pertama yang disebut sebagai pimpinan Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya, Selasa (31/1/2017).

Kuasa hukum tim Anies-Sandi, Agus Otto, menyatakan, laporan Kamerad terhadap dugaan korupsi yang dilakukan Anies Baswedan merupakan fitnah.

"Haris Pertama memfitnah Anies menerima dana Rp 5 miliar dan dia tidak bisa membuktikan dan kita minta agar polisi memproses dia," ujar Agus di Mapolda Metro Jaya.

Barang bukti yang disertakan dalam laporan berupa press release yang dibagikan oleh Kamerad saat demo di depan Gedung KPK pada Senin (30/1/2017) kemarin, foto aksi demo, dan tautan media online yang memuat berita tersebut. [sjah]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT