Soal Izin PT RRL, Ini Jawaban Pemkab Bengkalis

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Desakan Aliansi Masyarakat Bantan dan Bengkalis (AMB) dan Jikalahari agar Bupati Bengkalis Amril Mukminin, mencabut izin Hutan Tanaman Industri PT Rimba Rokan Lesatari (HTI PT RRL) pasca laporan Pansus DPDRD Bengkalis tentang monitoring dan indetifikasi sengketa lahan dan perkebunan, dinilai sebuah langkah mundur.

Hal ini diutarakan Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Bengkalis, Johansyah Syafri, Selasa (31/01/2017).

Menurut Johan, jika izin HTI PT RRL diterbitkan Bupati Bengkalis sebelumnya, Amril Mukminin dapat mencabutnya. Namun, kalau yang mengeluarkan izin gubernur atau menteri, pencabutan izin PT. RRL menjadi kewengan gubernur atau menteri.

Kemudian, kalau izin tersebut bukan diterbitkan bukan diterbitkan Bupati Bengkalis (siapa pun orangnya), maka Bupati Amril, menurut Johan tak bisa mencabutnya.

"Apa boleh kita mencabut tanaman yang bukan menanamnya, sementara tanaman tersebut memang tidak ditanam di lahan kita," kata Johan memberikan perumpamaan.

Maksud ungkap Johan, secara hirarki hukum, tidak mungkin seorang kepala daerah dimanapun dapat membatalkan produk hukum yang lebih tinggi. Produk hukum yang dibuatnya sendiri dalam konteks jabatan.

"Setahu dan sepemahaman kami demikian. Kalau undang-undang (UU) yang bisa membatalkannya UU atau yang setara. Kalau izin HTI itu diberikan menteri atau gubernur misalnya, maka menteri dan gubernurlah yang berhak untuk itu," imbuhnya.

Di bagian lain, dia juga menambahkan, dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah sebagai implementasi UU Nomor 23 Tahun 2014 dan perubahannya, saat ini kewenangan di bidang kehutanan ini tak lagi berada di kabupaten/kota.

"Setahu yang kami pahami, sudah ditarik ke pemerintah provinsi. Jadi kalau ada pihak-pihak yang mendesak Bupati Bengkalis mencabut izin HTI PT RRL merupakan sebuah langkah mundur. Maaf kalau kami salah," tutup Johan. [rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT