Tahun 2017 Harga Rumah Subsidi Naik

Rabu, 11 Januari 2017 - 00:00:01 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Pembangunan rumah subsidi dalam mendukung Program Sejuta Rumah yang digalakkan era Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sejak satu tahun silam pada tahun 2017 naik. 

Hingga Oktober 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merilis data yang menunjukkan Pemerintah telah sukses membangun lebih dari 415 ribu unit rumah. Sedangkan kilas balik ke tahun lalu, dari target sejuta rumah, pasokan rumah hanya mencapai 690 ribuan.

"Salah satu problem rendahnya penyerapan rumah subsidi adalah sosialisasi yang kurang kepada masyarakat. Masih banyak konsumen yang belum menyadari syarat dan cara mendapatkan perumahan jenis ini, padahal ini bisa jadi solusi yang bagus untuk pemerataan sehingga lebih banyak orang yang memiliki rumah sendiri," ujar Country Manager Rumah.com Wasudewan.

Selain sering menyediakan pilihan perumahan subsidi, Rumah.com juga mengedukasi para pencari rumah untuk melakukan riset lengkap terhadap perumahan, seperti mengenal harga pasaran di sekitar lokasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi hingga pengembangan infrastruktur di masa depan.

Pada tahun ini, batasan maksimal harga rumah subsidi untuk wilayah Jabodetabek ditetapkan sebesar Rp133,5 Juta, dan akan naik menjadi Rp141 Juta di 2017. Setelah pada tahun lalu (2015) masih dipasarkan Rp126,5 Juta.

Salah satu pengembang perumahan subsidi di Kabupaten Bogor, PT. Mekar Agung Sejahtera, mengaku akan mengikuti harga baru yang ditetapkan Pemerintah.

"Harga perumahan kami ikut naik, dan harganya menyesuaikan plafon yakni Rp141 Juta. Tetapi kapan harga itu naik, kami masih tunggu regulasi dari Pemerintah, dalam hal ini Kementerian PUPR," papar staf Marketing perumahan bersubsidi Grand Sutera Leuwiliang, La Ode Muhammad Taufan.

Mengevaluasi serapan masyarakat akan rumah subsidi di Kabupaten Bogor, ia mengaku antusiasme masih tergolong kurang disebabkan kecenderungan warga yang lebih merasa nyaman tinggal di kota.

"Jika diakumulasikan, dominasi konsumen yang beli rumah subsidi di kami adalah MBR dari Kabupaten Bogor itu sendiri. Ada juga beberapa yang dari luar Bogor seperti Depok dan Jakarta, yang rata-rata merupakan pasangan muda berpenghasilan kurang dari Rp4 Juta," tukasnya.

Untuk Pulau Jawa (di luar Jabodetabek) harga jual rumah subsidi hingga akhir tahun 2016 senilai Rp116,5 Juta. Dan dipastikan naik juga menjadi Rp123 Juta mulai awal Januari. Ketetapan batasan ini berlaku juga untuk wilayah Sumatera kecuali Kepulauan Riau dan Bangka Belitung. Dua provinsi tersebut bakal menjual rumah subsidi seharga Rp129 Juta, naik 5,03% dari harga tahun 2016, yakni Rp122,5 Juta.

Tahun depan, harga rumah subsidi di Papua dan Papua Barat masih memegang angka tertinggi mengingat sulitnya memasok bahan bangunan sampai ke provinsi ini. Untuk periode 2017, rumah subsidi dibanderol nyaris menyentuh kepala dua atau tepatnya Rp193,5 Juta. [***]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT