LBH Pekanbaru Laporkan PT Riau Bara Harum ke Polda Riau

Ahad, 18 Desember 2016 - 00:00:21 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - LBH Pekanbaru Riau, akan melaporkan PT Riau Bara Harum atas pengelolaan sumber daya alam yang dinilai merusak lingkungan dan mengakibatkan keselamatan warga terancam.

Akibat ekploitasinya dilakukan secara berlebihan oleh perusahaan, berakibat pada munculnya kompleksitas dalam pengelolaan energi nasional hingga saat ini termasuk terjadi di Provinsi Riau.

Lembaga Bantuan Hukum Pekanbaru berencana melaporkan Perusahaan Tambang PT Riau Bara Harum yang berlokasi di Kabupaten Indra Giri Hulu ke Polda Riau, Senin (19/12/2016) terkait dengan perkara dugaan melakukan kejahatan lingkungan.

LBH Pekanbaru menduga, PT Riau Bara Harum melakukan penambangan batu bara di kawasan hutan tanpa izin. “Izin Pinjam Pakai sudah habis, tetapi PT RBH tetap beroperasi hingga Oktober 

2014” Kata Aditia Bagus Santoso, Advokat Publik LBH Pekanbaru, dalam pesan elektoniknya, Minggu (18/12/2016).

Di tambahkan Adit pula, bahwa sebagian wilayah pertambangan PT RBH juga masuk kawasan Hutan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

“Perusahaan atau pihak yang membiarkan galian tambang terbuka tanpa direklamasi bisa dikenakan pidana,” tambah Aditia, karena bisa mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

PT Riau Bara Harum melakukan aktivitas pertambangan di 3 wilayah di kabupaten Indragiri Hulu Riau, yaitu Kelurahan Pangkalan Kasai dan desa Kelesa Siberida, serta desa Siambul Batang Gansal.

“PT RBH Meninggalkan 12 lobang bekas galian tambang, dan ada 1 lobang yang di manfaatkan warga sekitar karena air bersih yang biasa digunakan warga, dimatikan atau dirusak oleh PT RBH” 

ungkap Daud Frans, Direktur LBH Pekanbaru. 

Daud juga menambahkan bahwa pada beberapa bulan lalu, lobang tambang tersebut telah memakan 1 korban jiwa. “Lobang bekas galian tambang tersebut longsor, dan menimbun salah seorang warga sekitar,” tambah Daud Frans

Atas dugaan pelanggaran tersebut, LBH Pekanbaru melaporkan dugaan Kejahatan Lingkungan PT Riau Bara Harum ke Polda Riau, sesuai dengan UU No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan 

dan Pemberantasan Perusakan Hutan, PT. Riau Bara Harum yang melakukan kegiatan aktivitas pertambangan batubara di kawasan hutan yang sudah tidak diperpanjang izinnya oleh menteri Lingkungan  Hidup dan Kehutanan RI.

"Aktivitas PT RBH illegal dan dengan adanya 1 warga meninggal dunia akibat tidak di reklamasinya 1 lobang tambang, menurut kami sudah memenuhi unsur kejahatan lingkungan dilakukan oleh PT RBH,” tegas Daud Frans. [**mer]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT