Ganja yang Tak Bikin Melayang

Jumat, 13 Juli 2012 - 11:26:34 WIB
Share Tweet Instagram

Bagi mereka yang doyan mengisap ganja dan menikmati perjalanan ke dunia lain, penemuan baru ini tentu bukan yang mereka tunggu-tunggu. Tikun Olam, perkebunan mariyuana yang telah mengantongi izin dari pemerintah Israel, berhasil membuat jenis ganja dengan kandungan tetrahidrokanabinol (THC) sangat rendah.

Padahal, bahan kimia inilah yang biasa membuat pengisap ganja bisa 'melayang-layang'. Kelak, dengan temuan ini, nyimeng tak lagi membuat pelakunya kecanduan. Ganja akan kembali ke dunia pengobatan.

Zack Klein, Kepala Pengembangan Perkebunan Tikun Olam membuka rahasia temuan lembaganya yang tuntas sejak enam bulan silam. Seperti dituturkan, kandungan tetrahidrokanabinol pada tanaman ganja yang diberi nama Avidekel ini bisa dipangkas habis hingga kurang dari satu persen. Kandungan THC di Avidekel ini jauh di bawah porsi tetrahidrokanabinol pada tanaman ganja normal yang mencapai 24 persen.
 
Walaupun kandungan tetrahidrokanabinol di Avidekel tinggal seujung kuku, tapi menurut Zack, modifikasi ini tak mempengaruhi khasiat ganja untuk keperluan medis. Misalnya, sebagai pereda rasa sakit kronis pada penderita kanker stadium lanjut.

Kadang efek ‘melayang’ itu bukanlah yang dibutuhkan, tapi hanya efek samping yang bagi sebagian orang justru membuatnya sama sekali tak nyaman,” kata Zack, seperti dikutip Discovery. Di Negeri Bintang Daud ini, pengobatan dengan mariyuana sudah legal sejak lebih dari 10 tahun lalu.

Karena itu, ada 9 ribu orang yang diperbolehkan membeli barang yang di Indonesia tergolong haram ini untuk tujuan kesehatan. Tentu saja dalam kontrol kuat Departemen Kesehatan.

Avi, 60 tahun, adalah seorang pengidap kanker yang mendapatkan izin mengonsumsi ganja sebagai terapi. Kepada The World dia mengakui khasiat daun yang dikonsumsinya dengan cara isap itu.

"Kini saya bisa melakukan apa saja. Ini tidak membuat saya lemah," ujarnya, membandingkan temuan baru Tikun Olam itu dengan produk lama ganja yang sudah dihisap sejak enam tahun silam. "Saya sudah bisa melakukan aktivitas normal sehari-hari."

Bagi industri obat, penemuan di perkebunan Tikun Olam ini jelas sebuah kabar positif. Jika Avidekel ini tersebar luas, barangkali, ganja bakal menjadi komoditas biasa, tak ubahnya sayur yang yang dijual di pasar-pasar pagi.**int


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT