Bansos Ternak Sapi Senilai Rp2 Miliar Diduga Diselewengkan

Kamis, 12 Juli 2012 - 23:26:25 WIB
Share Tweet Google +

Dana bantuan sosial (Bansos) senilai Rp2 miliar bersumber dari APBN 2012 untuk 10 kelompok tani peternak sapi di 16 kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pada Program Penguatan Sapi Bunting, sarat penyelewengan yang diduga dilakukan oknum pengurus kelompok tani dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Ini disebabkan minimnya pengawasan dari Disnakan Rohul dalam penyalurannya. Sehingga celah ini banyak dimanfaatkan oknum untuk memotong dana, seperti terjadi di Desa Pasir Baru dan Pasir Maju, Kecamatan Rambah, sejumlah petani penerima bantuan hanya menerima bantuan antara Rp400 ribu sampai Rp600 ribu per ekor sapi bunting.

Hal tersebut terungkap setelah oknum PPL setempat bernama Ehok, diduga membisikkan kepada petani agar mengakui kepada Disnakan Rohul jika sudah menerima bantuan Rp800 ribu.

"Kita tahu nya setelah PPL sini menyuruh mengakui jika kita sudah menerima bantuan sebesar 800 ribu," ungkap salah seorang petani, minta namanya tidak disebut kepada wartawan.

Menurut Kabid Bina Program Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Rohul, M Muncar, didampingi stafnya Prihatin, program bantuan dana Bansos untuk penguatan sapi bunting adalah program pemerintah pusat agar peternak tidak menjual sapi nya dalam kondisi bunting.

Program itu, kata Muncar korelasi dengan Program Sejuta Sapi. Dana langsung ditransfer ke rekening kelompok tani dan dibagikan kepada penerimanya, sementara Disnakan Rohul sebatas mengawasi penyaluran.

Tahun ini, sedikitnya 10 kelompok tani di 8 kecamatan, menerima bantuan dana program penguatan sapi bunting, seperti kelompok petani di Kecamatan Rokan IV Koto, Rambahsamo, Pagarantapah Darussalam, Rambah Hilir, Tambusai, Bangunpurba, Rambah, dan Kecamatan Pendalian IV Koto.

Setiap kelompok tani, menerima bantuan dana sebesar Rp200 juta diasumsikan untuk 200 ekor sapi bunting berusia antara 4,5 tahun sampai 7 tahun dengan nilai bantuan Rp800 ribu per ekor sapi bunting.

Dari angka itu, sekitar 20 persen dana diperuntukkan untuk dana operasional pengurus kelompok tani, dan dana Bansos bersumber dari APBN tersebut telah disalurkan di 8 kecamatan.

"Ini bantuan kedua kalinya untuk program penguatan sapi bunting. Tahun lalu (2011) kita menerima bantuan untuk empat kelompok dengan asumsi untuk 400 ekor sapi bunting. Setiap kelompok menerima bantuan Rp200 juta juga," ungkap Muncar.

Disinggung saratnya penyelewengan diduga dilakukan pengurus kelompok tani dengan PPL, M Muncar memperkirakan pemotongan sudah ada kesepakatan rapat dengan anggota kelompok sebelumnya. "Jika sudah sesuai hasil rapat anggota kelompok itu tidak masalah," katanya.**zl

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT