Panitia Diduga Untungkan Salah Satu Calon Pilkades Sei Kuti

Kamis, 08 Desember 2016 - 00:00:19 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang digelar pada 1 Desember 2016 lalu, Pilkades Sei Kuti Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menyisakan beragam permasalahan.

Akhirnya calon no urut 2 mengajukan gugatan kepada Panitia Pengawas (Panwas) karena dinilai validasi Daftar Pemilihan Tetap (DPT) tidak sesuai dengan jumlah pemilih. 
Selain itu, adanya indikasi permainan salah satu calon dengan panitia pelaksana. Karena banyak diantara pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya disebabkan tidak mendapat surat undangan memilih, bahkan ada juga  pemilih yang memiliki surat undangan ganda di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda.

M. Rasyid kandidat dengan no urut 2 merasa dirugikan karena menurutnya Panitia Pelaksana tidak fair dalam proses Pilkades. Saat dijumpai di kediamannya, Kamis (8/12/16). Beliau menyayangkan sikap dan tindakan Panitia terkesan membela salah satu calon bahkan parahnya lagi menolak pemilih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Saya akan melakukan  gugatan karena saya sudah dizalimi bahkan banyak warga pemilih di desa saya merasa mendapat intimidasi dari panitia dan saya sudah layangkan surat ke Panwas dan kepada Plt. Bupati Rohul melalui Camat untuk mendapat keadilan sesuai prosedur dan UU yang berlaku", jelas M. Rasyid dengan nada kecewa.

Ditambahkannya lagi bahwa dari awal tahapan Pilkades sudah terlihat adanya kejanggalan dan kecurangan yang dilakukan oleh pihak panitia.

"Sangat tidak masuk akal, saya sebagai seorang calon tidak bisa menggunakan hak pilih saya dengan alasan panitia mengatakan karena KTP saya masih dalam proses cetak ulang di Kecamatan. Saya berharap seluruh instansi terkait dapat mengkaji ulang proses Pilkades di Desa Sei Kuti", tandasnya.

Panitia Pilkades Sei Kuti Manidi saat dikonfirmasi melalui via telf mengaku adanya pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya, namun beliau berkilah karena tidak ada laporan dari warga sebelumnya.

"Memang kami akui ada beberapa warga yang tidak masuk dalam daftar DPT dan ada juga warga karena sakit fisik. Tapi sebelumnya kami tidak mendapat laporan dari warga", ungkapnya.

Panitia Pilkades bersama Panwas Desa Sei Kuti telah melakukan pemanggilan terhadap calon no urut 2 untuk mendengarkan gugatannya  namun tidak membuahkan hasil, karena pemanggilan tersebut dianggap bersifat mendesak tanpa ada surat resmi dari Panwas dan Panitia. Anehnya lagi pertemuan berlangsung tertutup tanpa dihadiri saksi no urut 2 bahkan awak media juga dilarang masuk. [man]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT