Target Bupati Pelalawan Tahun 2019

Senin, 05 Desember 2016 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Instagram

Advertorial - Bupati Pelalawan, HM Harris dalam wancaranya punya target pada tahun 2019, dimana Kabupaten Pelalawan tidak lagi mengimpor berbagai Sumber Daya Alam (SDA) dari luar daerah melainkan akan mengeksportnya keluar dari hasil Pelalawan.

Hal ini diungkapkan Bupati Rabu (6/12/16), Oleh karenanya Pemkab Pelalawan sudah jauh-jauh hari mempersiapkan segala sesuatunya dalam pengelolaan SDA. 

Menurut Harris, sumber daya alam itu adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Tidak hanya komponen biotik, seperti hewani, tumbuhan dan mikroorganisme, juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. 

Namun Bupati yang dikenal visioner ini lebih menfokuskan bidang pertanian sebagai sektor andalan Kabupaten Pelalawan yang dipusatkan di Kecamatan Kuala Kampar. Untuk itu inovasi teknologi kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini.

"Sumber daya alam diperlukan untuk menunjang kebutuhan warga Pelalawan, kita juga akan meningkatkan pertanian dan sumber alam lainya, kapan perlu kita membuat pabrik di lokasi Tekno Politan," ucap Bupati.

Dikatakannya, pemerintah Pusat saat ini sedang giat-giatnya membangun di berbagai lini sektor, sama halnya di Kabupaten Pelalawan. Kita punya lahan yang memadai dan bibit unggul padi yang sudah dikenal. Sekarang bagaimana kita lebih meningkatkan produksi padi untuk memenuhi kebutuhan lokal dan selanjutnya akan diekspor keluar.

"Kita sangat yakin bahwa sektor pertanian akan bisa dikembangkan lagi jika seluruh pihak serius dalam meningkatkan produksi," paparnya.

Kuala Kampar adalah merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pelalawan memiliki potensi pertanian padi. Sesuai dengan data dari Dinas Pertanian, kecamatan yang berbatasan dengan Kepri ini, memiliki potensi sawah kurang lebih 5.921 hektar, atau hampir 70 persen total dari keseluruhan luasan sawah di Kabupaten Pelalawan yakni, 7. 653 hektar.

Tak heran jika, kecamatan Kuala Kampar yang dikepung oleh perairan, menjadi lumbung padi Kabupaten Pelalawan. ''Tepat jika Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan menetapkan Kuala Kampar sebagai sentra padi di Kabupaten Pelalawan, karena lahan tanaman di Kabupaten Pelalawan seluas 9.000 hektare, 70 persennya terdapat di Kecamatan Kuala Kampar. 

Mengacu kepada pada hasil panen dari tahun 2013, 2014 lalu hasil padi di kecamatan ini memungkin, pada tahun 2017 terealisasi 200 ribu ton pertahun. Apalagi tahun ini diterapkan pola tanam tiga kali setahun. Target tersebut cukup beralasan, pasalnya sekali panen dalam setahun tahun sebelumnya bisa mencapai 70 ribu ton.

Apalagi, Harris tengah mencanangkan kawasan pertanian dengan membuat pusat padi di Desa Sei Upih dan Sei Solok Kecamatan Kuala Kampar untuk kesejahteraan masyarakat. Tentunya komoditas padi memiliki beberapa keunggulan dalam pengembanganya yang tercermin dari nilai ekonomis tinggi dengan potensi pasar/permintaan yang cukup besar dan dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan petani.

Dengan menjadikan kawasan pangan sampai mendunia, Pemkab Pelalawan mempercepat pembangunan kesejahteraan petani. Untuk itu, guna meningkatkan hasil produksi yang lebih baik lagi, maka saat ini pihaknya tengah melakukan penataan kawasan pertanian sentra padi di dua desa yakni Desa Sei Upih dan Sei Solok Kecamatan Kuala Kampar.

Kabupaten Pelalawan sendiri merupakan pemekaran Kabupaten Kampar, yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 53 Tahun 1999. Pada awalnya terdiri atas 4 wilayah kecamatan, yakni: Langgam, Pangkalan Kuras, Bunut, dan Kuala Kampar.

Kemudian setelah terbit Surat Dirjen PUOD No.138/1775/PUOD tanggal 21 Juni 1999 tentang pembentukan sembilan Kecamatan Pembantu di Provinsi Riau, maka Kabupaten Pelalawan dimekarkan menjadi sembilan kecamatan, yang terdiri atas 4 kecamatan induk dan 5 kecamatan pembantu, tetapi berdasarkan SK Gubernur Provinsi Riau No. 136/TP/1443, Kabupaten Pelalawan dimekarkan kembali menjadi 10 (sepuluh) kecamatan.

"Setelah terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 06 Tahun 2005, maka Kabupaten Pelalawan terdiri atas 12 kecamatan," Jelas bupati dari partai Golkar ini.

HM Harris menambahkan,sesuai hasil validasi lahan buku sawah adalah seluas 7.643 Ha yang terdiri antara lain sawah pasang surut 5.991 hektar, sawah tadah hujan 1.577 hektar, sawa irigasi 75 hektar, dari areal tersebut baru dimanfaatkan dengan optimal 6.200 hektar.

"Dari luasan sawah tersebut sebagian besar indeks pertanaman baru sekali setahun IP 100 dan seluas 120 hektar sudah bisa IP 200 yaitu 75 hektar di Desa Betung Kecamatan Pangkalan Kuras, 25 hektar Desa Petodaan dan 20 hektar di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. Khususnya di desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar mempunyai sawah seluas 396 hektar," tegasnya.

Menggalakkan gerakan revitalisasi pertanian melalui berbagai kegiatan antara lain gerakan percepatan tanam padi dan pengendalian hama terpadu serta penggunaan bibit unggul kualitas terbaik dan penanaman secara serentak.

Untuk itu program yang juga telah dicanangkan sejak kampanye lalu Harri akan terus berkomitmen untuk kemajuan negri Seiya Sekata ini.[Advertorial


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT