Pemda Bengkalis Gulirkan Program KAJ

Ahad, 04 Desember 2016 - 00:00:19 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com – Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis mengulirkan program 'Kampung Arisan Jamban'. Peletakan batu pertama KAJ ini dilaksanakan di Dusun Pandawo, Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, 2 Desember kemarin.

Dengan KAJ ini diharapkan masyarakat menggunakan Jamban Keluarga Sehat (JKS) dan tak lagi buang air besar sembarangan (BABS), sebagaimana kebiasaan sebagian besar masyarakat di Kabupaten Bengkalis selama ini.

Pemda Kabupaten Bengkalis saat ini terus berupaya menstop BABS secara merata dan meningkatkan perilaku hidup sehat.

“Pencanangan Kampung Arisan Jamban ditandai dengan peletakan batu pertama pembuatan JKS di Dusun Pandawo, desa Bathin Betuah Kecamatan Mandau, pada 2 Desember kemarin,” kata Kasi Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Sudarto, Minggu (4/12/2016).

Program Kampung Arisan Jamban (KAJ) ini ditujukan bagi kampung untuk membudayakan prilaku hidup bersih dan sehat. Karena jambn merupakan sanitasi penting yang harus dimiliki setiap masyarakat.

Meski demikin, masih ada sebagian masyarakat mengabaikan ketersediaan sarana jamban di rumah masing-masing.

“Sadar atau tidak sadar tinja perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan bahan buangan yang banyak mendatangkan masalah dalam bidang kesehatan dan dapat menjadi media penularan bibit penyakit, seperti diare, tipus, muntaber, disentri, cacingan dan gatal-gatal. Selain itu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan pada sumber air dan bau busuk serta estetika,” papar Sudarto.

Dijelaskan Sudarto, pembuatan jamban sehat harus pengacu kriteria jamban sehat. Seperti tidak mencemari air, tanah permukaan, bebas dari serangga, tidak menimbulkan bau dan nyaman dan aman digunakan oleh pemakainya. Selain itu, mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya dan tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan.

Edi Sudarto sebagai pemengang program STBM, saat pencanangan memberikan apresiasi kepada Desa Batin Betuah merupakan desa pertama di Kabupaten Bengkalis telah mengembangkan inovasi arisan jamban.

Hal ini sangat menarik karena menghasilkan manfaat kepada masyarakat terutama bidang kesehatan, karena arisan jamban sudah jarang kita dengar dan sekarang kita galakkan kembali,

“Kapan lagi kalau tidak sekarang kita yang mulai, seperti gotong royong, membudayakan perilaku hidup sehat menggunakan jamban sehat. Kalau tidak mau kena penyait diare dan penyakit lainya yang ditularkan melalui air dan lingkungan,” papar Edi Sudarto.

Berdasarkan hasil kesepakatan Desa Batin Betuah Kecamatan Mandau akan melakukan kegiatan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan pada tahun 2017 setelah dilakukan verifikasi data.

Program ini sejalan dengan Instruksi Bupati Bengkalis tahun 2016 tentang Pelaksanaan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, (STBM) dan diharapkan Arisan Jamban di Desa Batin Betuah dapat menjadi contoh oleh Desa-desa lainnya.  

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Batin Betuah Kecamatan Mandau, Ali Ridwan mengucapkan terimakasih kepada Tim STBM Kabupaten Bengkalis, Petugas Sanitarian UPT Puskesmas Duri Kecamatan Mandau, Petugas Puskes mas Pembantu Desa Batin Betuah untuk memberikan motivasi kegiatan ini.

“Saya sangat mendukung, ide arisan jamban ini muncul dari ibu–ibu Tim Penggerak PKK Desa Batin Betuah dan difasilitasi oleh Dinas kesehatan Kabupaten Bengkalis dan UPT Puskesmas Duri Kecamatan Mandau. Kegiatan di Desa Batin Betuah diberi nama menjadi Kampong Arisan Jamban Sehat Keluarga. Harapan saya, Desa Batin Betuah bebas buang air besar sembarangan,” ujar Ali Ridwan. [rdi]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT