Ibu Sertu Bayu Menangis, Putranya Korban Kecelakaan Heli

Senin, 28 November 2016 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Tangis ibu dan adik Sertu Bayu Sadeli Putra, satu korban kecelakaan Helikopter Bell 412 EP milik TNI Angkatan Darat, pecah usai mendapat kabar gugurnya Sertu Bayu dalam kecelakaan tersebut.

Tangisan itu makin tak terbendung saat melihat gambar kondisi jenazah Sertu Bayu, setelah dievakuasi tim.

Pantauan media ini, gambar tersebut diperlihatkan oleh rekan Sertu Bayu yang bertugas di Den Arhanud Rudal 004 Dumai.

Para rekan Sertu Bayu yang ikut menimba ilmu di Secaba PK TNI AD 2007 Rindam I/Bukit Barisan Pematang Siantar (Kompi -B) melayat ke rumah orangtuanya di Gang Pusaka, Jalan Bintan, Kota Dumai, Senin (28/11/2016).

Helikopter Bell 412 EP dengan nomor registrasi HA-5166 milik TNI Angkatan Darat itu dinyatakan hilang kontak di pedalaman Kalimantan, Kamis (24/11/2016) lalu.
Kecelakaan dialami helikopter saat mengangkut bahan kebutuhan pokok prajurit TNI penjaga perbatasan NKRI - Malaysia.

Empat prajurit TNI, yang merupakan awak helikopter dinyatakan gugur. Mereka yakni Lettu (Corps Penerbang) Yohanes Saputra (Penerbang I), Lettu CPN Ginas Sasmita (Penerbang II) Sertu Bayu Sadeli (Mekanik) dan Praka Suyanto (Mekanik). Sedangkan Lettu CPN Abdi Darnain (Penerbang I) dinyatakan selamat dalam kecelakaan itu.

Dilansir dari Tribun Pekanbaru, tim Search anda Rescue (SAR), Minggu (27/1/2016), berhasil menemukan satu dari lima penumpang helikopter Bell 412-EP dengan nomor penerbangan HA-5166 yang jatuh di wilayah Kaltim, dekat perbatasan RI-Malaysia.

Hari Minggu sekitar 14.15 Wita, pasukan Batalyon Paskhas 466 Makassar dan Basarnas terbang menuju TKP lokasi jatuh.
Mereka menggunakan heli NAS 332 Super Puma.

Sebanyak tujuh personel Batalyon Paskhas 466 Makassar dan satu orang dari Basarnas diturunkan dengan cara rapling. Di sana mereka menemukan badan heli dalam keadaan hancur. Tim lalu menyisir daerah di sekitar ditemukannya heli.

Helikopter TNI jenis Bell ini hilang dalam tugas pengiriman logistik dari Bandara Juwata, Tarakan, menuju Long Bawan, Kecamatan Krayan, di Nunukan pada Kamis lalu.

Saat itu tiga pilot dan dua mekanik yang semuanya TNI sedang menumpang di dalamnya. Tim SAR gabungan TNI, Polri, dan Basarnas menemukan sinyal darurat dari ELT yang dipancarkan helikopter.

Koordinat sinyal darurat itu pada titik 3 derajat 48 menit 54 detik Lintang Utara dan 116 derajat 3 menit 3,6 detik Bujur Timur. Lokasinya merupakan hutan lebat, jauh dari pemukiman, terdapat gunung dan lembah dengan kemiringan ekstrem, dan tidak jauh dari perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Titik keberadaan helikopter diyakini berada pada 176,33 km dari Bandara Juwata di Tarakan dan 40 km dari Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Pencarian digelar dengan mengerahkan helikopter Super Puma dari Makassar, pesawat Cassa milik TNI AL dari Manado, dan CN 235, juga diperkuat anggota TNI dan Koramil setempat. [**na/tbn]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT