Imam Besar : Kapolda Metro Jaya Bikin Sejuk Aksi Umat Islam

Selasa, 15 November 2016 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan menjadi sosok penting dalam aksi 4 November 2016. Imam Besar Masjid Garut Ustadz Husein Mubarok menilai, tangan dingin M Iriawan dalam melakukan komunikasi dengan massa pendemo menjadi obat mujarab hingga aksi Bela Islam Jilid II berjalan kondusif.

“Keputusan Kapolda Metro Jaya M Iriawan cerdas, menemui utusan pendemo seperti Bachtiar Natsir dan Eky Pitung. Saya lihat Kapolda juga menjadi mediator yang mempertemukan perwakilan tokoh agama atau ulama dengan pihak istana,” tegasnya saat dihubungi Selasa (15/11).

Husein menambahkan, kericuhan kecil yang terjadi di akhir aksi mampu dikendalikan dengan baik. “Sejarah bangsa ini mencatat, aksi 4 November menjadi aksi demo umat Islam terbesar di Indonesia.  Kericuhan kecil oleh ulah provokator mampu dikendalikan.  Sikap responsive aparat, salahsatunya Kapolda Metro Jaya patut diapresiasi,” sambungnya.

Di tempat terpisah, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Maneger Nasution mengatakan, aksi 4 November adalah aksi demo paling bermartabat. Maneger mengaku mengamati langsung jalannya aksi.

“Saya, dan mungkin siapa pun, yang menyaksikan lautan manusia di sekitar Monas dan Istana Medan Merdeka, pasti merinding. Muslim Indonesia telah mencontohkan pelaksanaan demonstrasi secara bermatabat,” katanya,

Dia melihat tidak ada kekerasan berarti, ujaran kebencian, diskriminasi, nyaris tidak meninggalkan sampah, dan tidak ada fasilitas publik atau taman yang rusak. “Inilah demo termartabat dan terbesar pasca reformasi,” urainya.

Maneger menyampaikan terima kasih kepada publik yangg mendukung jalannya penyampaian pendapat. Dia juga berterima kasih pada TNI dan Polri, utamanya Kapolda Metro Jaya M Iriawan yang mengedepankan sikap persuasif. Termasuk Pasukan Asmaul Husna dan para polisi wanita berhijab.

Karenanya, Maneger berharap penanganan aksi seperti itu akan terus dilakukan. Untuk aparat Kepolisian, diminta mengikuti perintah Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk menuntaskan kasus dugaan penistaan agama Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara cepat, berkeadilan, terbuka dan tegas. [sjah]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT