Efisiensi BBM Mitsubishi Mirage Terbukti Irit

Senin, 07 November 2016 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - PT Krama Tiga Yudha Berlian Motors (KTB) selaku distributor Mitsubishi di Indonesia kembali melakukan uji efisiensi bahan bakar untuk Mitsubishi New Mirage yang diluncurkan Agustus lalu.

KTB menggandeng Lembaga Teknologi Fakultas Teknologi Universitas Indonesia (LEMTEK UI) pada 26-27 Oktober lalu dengan melalui 4 jenis jalan mulai dari jalan tol, jalan negara, perbukitan dan perkotaan.

"Sangat istimewa bagi kami telah kita lakukan hasil pengujian bahan bakar new Mirage yang dilakukan Lemtek UI. Sedikit info di 2012 lalu, KTB sudah menguji konsumsi BBM Mirage di Pulau Dewata, Bali. Di 2016 kami meluncurkan New Mirage dengan berbagai improvement, kami kembali bekerja sama dengan Lemtek UI untuk melakukan proses pengujian dan terbukti Mirage dengan pengembangan terbaru tetap efisien bahan bakarnya serta irit bahan bakar," kata Presiden Direktur KTB, Hisashi Ishimaki di Press Conference Room KTB, Pulomas, Jakarta, Senin (7/11/16) dikutip DetikOto.

Hasil pengujian konsumsi bahan bakarnya adalah 1 liter berbanding 24,2 km untuk transmisi manual dan 1 liter berbanding 22 km untuk transmisi otomatis. Sementara pencatatan terbaik adalah dengan transmisi manual 28,7 km/l dan transmisi otomatis 24,9 km/l.

Metode yang digunakan adalah metode full to full yang mengacu pada standar SAE J1082-200802 yang bertujuan untuk memperoleh data konsumsi BBM antar kendaraan dengan cara berkendara yang digunakan.

Proses pengujian full to full dilakukan dengan mengisi bahan bakar hingga penuh hingga tidak ada udara yang terperangkap. Untuk memastikan, BBM yang telah terisi pada tangki ditunggu selama 30-60 menit, jika tidak terjadi penurunan maka artinya tangki telah benar-benar penuh.

Saat pengisian kembali setelah kendaraan finish, dilakukan proses cooling down kendaraan selama beberapa jam untuk membiarkan volume BBM yang ada dalam tangki menjadi stabil dan tidak mengembang karena masih panas yang menyebabkan pengukuran tidak akurat.

Selisih nilai antara awal dan akhir merupakan nilai besar konsumsi BBM pada kendaraan tersebut. Ada beberapa standarisasi yang diatur antara lain pengisian BBM dengan gelas ukur, konsumsi bahan bakar total, jarak tempuh, waktu tempuh, temperatur BBM, temperatur ambient, tekanan barometrik, tekanan ban, dan total berat badan penumpang minimal 136 kg.

"Metodologinya full to full pertama setup bagaimana kondisi penuh tangki bahan bakar menggunakan 4 jenis jalan, tol, jalan negara, perbukitan, dan city yang merepresentasikan kondisi sesungguhnya driving cycle," kata Direktur Lemtek UI, Bambang Sugianto.

Pengujian ini melibatkan 6 unit New Mirage varian Exceed (2 unit), GLS (1 unit), dan GLX (1 unit). [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT