Berulah Lagi, PT MAN Dinilai Kebal Hukum

Ahad, 06 November 2016 - 00:00:00 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Warga Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, menilai pihak PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) berlokasi di Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut) merupakan perusahaan perkebunan yang kebal hukum.

Perusahaan milik pengusaha Sumut ini, ungkap warga, kembali bikin ribut di batas antara Provinsi Riau dengan Sumut, Jumat (4/11/16) siang, yakni menyerobot lahan petani Batang Kumu Kecamatan Tambusai, Rohul.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Rony Bamtana, dan Kapolsek Rohul AKBP Yusup Rahmanto sudah turun ke batas Riau-Sumut, menenangkan kedua kubu pada Selasa (4/10/16) siang lalu.

Kedua Kapolres juga meminta kedua belah pihak menahan diri, namun PT. MAI masih saja menyerobot lahan milik petani Desa Batang Kumu, Tambusai, hingga membuat keributan.

Wakil Ketua Forum Komunikasi Kali Kapuk, Nainggolan, mengatakan keributan dan nyaris bentrok antara karyawan PT. MAI dengan warga kembali terjadi Jumat siang.

"Nyaris bentrok, kerena mereka (PT. MAI) mendoser tanaman kelapa sawit kami," ujar Nainggolan, Jumat (4/11/16) malam.

Pria ini mengakui perusakan tanaman dilakukan pihak PT. MAI sudah terjadi sejak Rabu (2/11/16) lalu, dan Jumat siang petani Batang Kumu mulai marah, karena sekira 20 hektar tanaman kelapa sawit dirusak.

"Kami menanyakan ke pihak perusahaan (PT. MAI) terkait alasan perusakan, mereka menjawab sudah mendapat izin dari masyarakat enam desa," ungkap Nainggolan, dan menduga PT. MAI menyewa preman bayaran dipersenjatai parang panjang, dan ada yang membawa senjata laras panjang diduga senjata api.

Nainggolan mengakui sudah melaporkan kejadian tersebut ke Kades Batang Kumu dan ke Polsek Tambusai untuk menyelesaikan permasalahan di batas Riau-Sumut, sehingga bentrokan tidak terulang lagi.

"Kami masyarakat Kali Kapuk sudah ada kesepakatan dengan masyarakat enam desa. Lahan yang sudah dikelola masyarakat Batang Kumu tidak masuk ke lahan yang diserahkan enam desa ke perusahaan," jelas Nainggolan.

Sementara itu, aktivis Team Operasionas Penyelematan Asset Negara Republik Indonesia (TOPAN RI), Lakardius Manalu, sangat menyesalkan sikap PT. MAI karena tidak mengindahkan intruksi Kapolres Tapsel dan Kapolres Rohul yang sudah turun ke lokasi sengketa beberapa waktu lalu.

Menurut Team Monitoring TOPAN RI pusat ini, kedua Kapolres beda provinsi sudah intruksikan kedua belah pihak menahan diri. Namun, adanya penyerobotan lahan, PT. MAI dinilai sama saja tidak mengindahkan intruksi kedua Kapolres.

"Atau mungkin perusahaan sudah kebal hukum, sehingga intruksi dua Kapolres saja tidak diindahkan," pungkas Manalu. [rtc]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT