DPRD Minta AMPS dan Pengecer Bensin di Bengkalis Tutup

Selasa, 03 Juli 2012 - 22:43:33 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Ketua Komisi III DPRD Bengkalis Anom Suroto, mengatakan, untuk stabilitas dan kelancaran alokasi premium di Pulau Bengkalis, sejumlah kalangan di DPRD menyarankan agar pos-pos Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) dan pengecer di Bengkalis diminta tidak beroperasi sementara.
 
Menurut Anom, kelangkaan BBM jenis premium tidak pertama sekali ini terjadi di Bengkalis.  Namun hampir dari tahun ke tahun menjadi permasalahan serius yang tidak ada penyelesaian. Terutama mendekati akhir bulan dan memasuki ramadhan dan lebaran. Sementara yang menjadi sasaran dan alasan dari Disperindag sendiri muara kelangkaan BBM ini terjadi akibat ulah tingkat pengecer dan pos-pos APMS.
 
"Untuk kebaikan masyarakat, khususnya pengecer dan pos-pos APMS. Kita sarankan tutup sementara waktu selama satu bulan ini, saya rasa hal ini bisa mengetahui dimana pokok permasalahan sulitnya premium didapat di Bengkalis. Saya rasa saran ini juga untuk kebaikan bersama," katanya, Selasa (3/7/12).
 
Anom juga mengutarakan, sepanjang pos-pos APMS dan pengecer tetap buka, maka permasalahan kelangkaan atau sulitnya mendapatkan BMM premium di Bengkalis akan terus menjadi perbincangan di masyarakat, khusus konsumen premium.
 
"Jika pos-pos APMS dan pengecer tutup, maka selama sebulan kita akan tahu berapa BBM premium yang keluar dari APMS, dan kita minta dinas terkait untuk mendatanya. Untuk selanjutnya laporan itu diserahkan ke kita nantinya," kata Anom.
 
Selain itu juga, sambung Anom. Dinas terkait yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga akan leluasa bisa mendata para pengecer yang ada di Pulau Bengkalis.
 
"Kalau pos-pos APMS dan pengecer menjadi kambing hitam dalam masalah ini, saya rasa tidak wajar. Makanya Disperindag harus jelas, dan punya data. Sehingga bisa dibuktikan muara kelangkaan BBM ini apakah dari pengecer atau pengelola dan pengusaha APMS. Saya akan surati hal ini ke Disperindag, dan minta penjelasan secara resmi," tandasnya. **ko


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT