Petisi Anti Asap Greenpeace Ditolak IOI Malaysia

Kamis, 06 Oktober 2016 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Greenpeace telah menyerahkan petisi global terhadap IOI Group di Malaysia yang ditandatangani 300 ribu orang, termasuk hampir tiga ribu di antaranya dari Indonesia yang meminta perusahaan kelapa sawit tersebut mengakhiri kontribusinya terhadap bencana kabut asap di kawasan ini.

Relawan Greenpeace dan anggota masyarakat sipil Malaysia berkunjung ke kantor utama IOI di Putrajaya dan menyerahkan petisi tersebut. Dengan membawa karton bertuliskan "Kebakaran bermula di sini", mereka menyoroti IOI Group yang tersandung kasus lingkungan yang serius, pelanggaran hak-hak asasi manusia termasuk penghancuran hutan hujan Indonesia, kebakaran hutan dan mempekerjakan anak-anak.

Sayang pada saat para relawan mendekat pintu gerbang gedung IOI, stafnya mengunci pintu dan menolak menerima petisi.

IOI diminta untuk membatalkan kontrak dengan perusahaan-perusahaan pemasok yang membuka hutan untuk perkebunan serta melakukan perlindungan secara penuh atas kawasan gambut. IOI diperkirakan menjadi pedagang terbesar ketiga kelapa sawit di dunia.

"Dalam beberapa pekan terakhir, publik menyoroti IOI dan mempermalukannya karena mengambil keuntungan dari asap kebakaran hutan Indonesia. Perusahaan ini harusnya tidak mengabaikan suara konsumen dan warga yang peduli, termasuk warga negara Malaysia, Singapura dan Indonesia - yang ingin melihat berakhirnya asap mematikan dari kebakaran hutan," kata Ratri Kusumohartono, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, Kamis (6/10/16) pada metroterkini.com.

"Semakin menolak berubah, semakin keras suara meminta IOI berkomitmen melindungi hutan hujan di Indonesia dan Malaysia."

Aksi pengiriman petisi di Malaysia ini adalah bagian dari eskalasi kampanye global Greenpeace untuk menyoroti malpraktik IOI. Diawali peluncuran laporan "Kejahatan Perdagangan IOI, Biaya Kemanusiaan dan Lingkungan Rantai Pasok IOI" pada Selasa (27 September) pekan lalu di Jakarta, yang mendokumentasikan kelapa sawit yang didagangkan IOI terkait dengan kehancuran hutan, kebakaran gambut dan pekerja anak.[basya]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT