Tim Terpadu Diam, Buruh Terus Menunggu Tanpa Kejelasan

Ahad, 02 Oktober 2016 - 00:00:01 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Hasil pertemuan (hearing) puluhan mantan security Sub Kontraktor PT Chevron Pasifik Indonesia (PT. CPI) dengan DPRD, perwakilan manajemen PT CPI, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis, Ridwan Yazid dan Kapolres Bengkalis, Hadi Wicaksono menghasilkan kesepakatan. Dewan, Disnakertrans, Polres, PT. CPI dan perwakilan buruh sepakat membentuk Tim Terpadu.

Dalam kesepakatan itu, disepakati Tim Terpadu yang dibentu diberi waktu selama dua minggu untuk menegakan peraturan perundang-undangan yang diduga dilanggar oleh kontraktor yang bermitra dengan PT. CPI.

Namun, sampai saat ini sudah dua minggu lebih dari tengak waktu yang diberikan, belum nampak hasil kerja Tim Terpadu tersebut.

DR Indra Gunawan Eet selaku pimpinan rapat saat buruh menyampaikan aspirasi ke DPRD Bengkalis, ketika dihubungi, Sabtu (1/10/2016) malam mengatakan, berdasarkan saran Kepala Disnakertrans Kabupaten Bengkalis, Ridwan Yazid, anggota dewan apalagi unsur pimpinan tidak boleh masuk dalam Tim Terpadu.

"Menurut pak Ridwan Yazid anggota dewan apalagi unsur pimpinan tidak boleh masuk dalam Tim Terpadu," kata Indra Gunawan.

Sementara itu, Deputy Korwil KSBSI Provinsi Riau, Wilayah Kabupaten Bengkalis, Syaiful Bahri ketika dihubuingi Sabtu malam, malah heran dengan alasan Kadisnakertrans tersebut.

Menurut Syaiful, seharusnya anggota dewan selaku wakil rakyat masuh dalam Tim Terpadu biar persoalan yang dihadapi ratusan security yang nasibnya tak menentu karena tak punya pekerjaan, jadi jelas.

"Loh, kok tak boleh. Harusnya sebagai wakil rakyat, anggota dewan harus masuk Tim Terpadu," kata Syaiful.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis, Ridwan Yazid yang coba dihubungi melalui telepon seluler 081268644XXX tak aktif. Kemudian dicoba lagi menghubungi ke nomor 081275423XXX tersambung, namun tak diangkat. [rdi]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT