Tidak Ditemukan Kekerasan pada Heri Sutikno

Kamis, 29 September 2016 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Heri Sutikno (47) warga Kabupaten Kepulauan Meranti yang bekerja di PT. Meskom Agro Sarimas (MAS), Desa Meskon, mengejutkan warga sekitar dan karyawan PT MAS. Heri ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam kamar rumahnya di Perumahan No 1 B desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis.

Korban ditemukan tewas dalam keadaan terlentang di dalam kamar rumahnya dengan kondisi hidung mengeluarkan darah dan badan membengkak membiru.

Korban diketahui meninggal ketika Scurity Perusahaan PT MAS merasa curiga karena sudah dua hari korban tak ada masuk kerja. Setelah dilihat dari jendela karena pintu rumah terkunci, korban Heri sudah dalam keadaan tewas, kemudian Scurity dan warga setempat langsung mendobraknya.

"Setelah kami berkumpul ramai-ramai, karena pintu terkunci dari dalam, kami langsung mendobrak pintu rumah ini, setelah kami lihat bahwa bapak Heri sudah meninggal dunia,"ungkap Afrizal kepada media ini.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono melalui Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bengkalis Ipda Toni Armando mengatakan, dari hasil Visum RSUD Bengkalis tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban.

"Untuk keterangan sementara dari hasil visum dokter RSUD Bengkalis, tidak ada ditemukan adanya tanda kekerasan terhadap kematian korban. Dugaan sementara kematiannya karena sakit atau karena adanya kosumsi obat yang berlebihan," ungkap Toni, Kamis (29/9/2016).

Dilanjutkan Toni Armando lagi, dengan adanya darah yang keluar dari hidung dan mulut korban, merupakan dampak dari tubuh yang mulai membusuk, karena korban tewas diduga sudah 2 hari.

"Karena terjadinya pembusukan otomatis mengeluarkan darah. Lagi pula bisa kita simpulkan korban tewas karena sakit. Pasalnya pintu rumah dan kamar dalam keadaan terkunci dari dalam, dan korban juga mengalami penyakit kulit," beber Toni Armando.

Menurut rekan korban, Heri Sutikno akan dimakamkan di di kampung halamannya di Kabupaten kepulauan Meranti. Korban akan dibawa ke Meranti dengan ambulance laut. [rdi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT