Dihalangi Meliput, Wartawan Boikot Grebeg Suro Ponorogo

Senin, 26 September 2016 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Para wartawan yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Ponorogo (KWP) melakukan aksi demontrasi atas ketidaknyamanan yang diterima para jurnalis dalam pembukaan Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo atau FNRP ke XXIII. Pada saat pembukaan Grebeg Suro, Minggu (25/9/16) malam oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjoyo di Aloon-Aloon Ponorogo para wartawan dihalang-halangi oleh panitia saat meliput.

Demonstrasi dilaksanakan di Balai Wartawan Ponorogo, Senin (26/9/16) pagi. Supriyadi selaku Ketua Komunitas Wartawan Ponorogo (KWP) mengaku prihatin atas arogansi yang dilakukan panitia Grebeg Suro 2016. "Panitia Grebeg Suro sangat tak manusiawi mengusir-mengusir wartawan dalam liputan Pembukaan Grebeg Suro dan FNRP tadi malam," ujar Supriyadi disela-sela aksi unjuk rasa.

Menurutnya, ada reporter Radio Gema Surya yaitu Reni dan Riska pun sempat dilarang masuk padahal sudah menunjukkan ID Card dari panitia. "Ini kan aneh kenapa kok dilarang masuk padahal sudah ada ID Card resmi," tambahnya.

Aksi unjuk rasa yang sempat menjadi perhatian pengguna jalan Raden Saleh berjalan tertib. "Kami ingin bebas mengambil gambar, tapi dihalang-halangi," ujar Supriyadi yang juga wartawan Ponorogo Pos.

Senada dengan Supriyadi, Juwaini jurnalis yang lain pun mengaku kesal dengan panitia yang dinilai kurang profesional. "Kami butuh momen yang pas dalam pembukaan Grebeg Suro tapi mendapat perlakuan tak manusiawi dari panitia," terang Juwaini. 

Aksi juga diwarnai dengan pembakaran ID Card dan Kaos Grebeg Suro oleh para jurnalis. "Mohon perhatian pihak terkait agar kejadian serupa tak terjadi lagi di masa yang akan datang," harap Agus, wartawan lain.

Para jurnalis juga membentangkan poster yang berisi kecaman atas arogansi panitia Grebeg Suro. Diantara bunyi poster itu adalah 'Grebeg Suro Untuk Rakyat', 'Kami Butuh Berita, Bukan Derita', 'Boikot Beritanya', 'Kami Bukan Copet', 'EO ne Penuh Aturan', 'Pak Ipong Hanya Omong Kosong'. [nur]

 

 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT