3 Bulan Tak Gajian, Tukang Kebun Habisi Majikan

Sabtu, 24 September 2016 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Ditengah perekonomian dan kebutuhan yang semakin meningkat membuat orang nekad melakukan apa saja. Seorang tukang kebun bernama Mimin Parwanto nekad menghabisi majikan karena kesal karena gajinya sudah 3 tiga bulan dibayarkan, sementara kebutuhan makan harus dipenuhi setiap hari.

Peristiwa tukang kebun menghabis majikanya terjadi kecamatan Lirik kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), karena korban (majikan) hanya berjanji akan membayar upahnya Rp1,5 juta setiap bulannya, untuk mengurus kebun sawitnya. Namun kenyataan sudah berlangsung 3 bulan upahnya tak pernah dibayarkan.

Mimin Parwanto (36) adalah warga dusun Sei Limau desa Seko Lubuk Tigo kecamatan Lirik Kabupaten Inhu Riau, setelah ditangkap polisi, karena membunuh majikanya bernama Yutmia Syafmelda, ibu rumah tangga, warga desa Rejosari kecamatan Lirik. 

Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni melalui Kapolsek Lirik AKP Taupik Nugraha dalam keterangan kepada media, Sabtu (24/9/16) menyampaikan, motif pembunuhan yang dilakukan tersangka karena kesal, akibat gaji yang dijanjikan sudah 3 bulan tak kunjung dibayarkan.

"Pelaku mengaku kesal terhadap korban, akibat tidak membayar gajinya selama tiga bulan," katanya. 

Akibat kesalanya, pelaku membekap mulut korban menggunakan jilbab korban, sehingga korban meninggal dunia. 

"Gaji tidak diberi saat ditagihnya," ujarnya.

Pengakuan pelaku, saat itu tidak nerniat untuk membunuh korban. Pelaku hanya secara spontan meraih jilbab korban dan menyumpalkan kemulut korban karena geram akibat janjinya.

"Aksinya spontan akibat kesal gajinya tak dibayar selama tiga bulan" jelasnya. 

Yutmia Syafmelda tewas pada Jumat (23/9/16) didesa Rejosari kecamatan Lirik Inhu yang ditemukan sudah tidak bernyawa, dalam posisi tertelungkup dilantai dekat meja ruang keluarga. Saat kejadian pelaku dipergoki Nur Indra Purnama (30) suami korban dan pelaku langsung melarikan diri dari pintu belakang rumahnya dan berhasil ditangkap, Sabtu (24/9/16) sekira pukul 10.00 Wib di perbatasan Lirik dengan Pasir Penyu. [**mer]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT