Indahnya Pulau Jemur Tempat Penyu Hijau Bertelur

Rabu, 21 September 2016 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sebuah pulau yang berada di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau dengan pulakunya yang dikelilingi pasir putih dengan ornamen batu besar dan pohon yang berjajar. Di pantai ini tidak ada sampah plastik kecuali ranting-ranting kayu dan jejak-jejak binatang laut yang merayap. Di sinilah penyu hijau (Chelonia mydas) bertelur.

Disini pada musim penyu bertelur kita bisa jejak-jejak sirip penyu yang masih terlihat jelas. Ada yang menuju laut ada yang menuju darat. Tapi ada juga jejak yang setengah melingkar.

Muncul jejak penyu biasa muncul saat malam datang dan tak ada orang yang melintas pantai. Disini tidak ada jejak kaki manusia. Disini masih perawan karena pulau Jemur termasuk pulau terluar yang berhadapan langsung ke Selat Malaka. Pulau ini memang sepi karena hanya dijaga petugas dari TNI AL dan Petugas Perhubungan Laut.

Untuk mencapai pulau Jemur kita menggunakan perahu tradisional milik nelayan (pompong) atau speed boat melalui Kota Panipahan dan Kota Bagan Siapi-api, ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Dari Kota Panipahan hanya menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam. Namun akan lebih lama jika menggunakan perahu nelayan.

Selama menuju Pulau Jemur kita bisa memancing, menjala dan kegiatan sejenisnya untuk memperoleh ikan-ikan segar. Selama perjalanan kami bisa menikmati kapal-kapal besar di perairan ini.

Di Pulau Jemur ada pos keamanan TNI Laut yang terletak tidak jauh dari pantai.Tidak jauh dari sini terliat ada pohon ketapang yang rindang, ada sebuah kolam dan beberapa tong air berisi tukik (anak penyu). Jumlahnya mencapai ribuan. Kita bisa bikin kaget dan berdecak kagum karena belum pernah melihat tukik sebanyak ini dan ternyata Pulau ini adalah termasuk salah satu wilayah penangkaran Penyu Hijau yang dilindungi.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sudah beberapa kali melepas tukik-tukik (anak penyu) ke laut. Program kepedulian terhadap satwa langka ini juga bekerja sama dengan pemerhati satwa-satwa langka dari dunia internasional. Beberapa peneliti penyu juga pernah datang. Uniknya, yang memilihara tukik-tukik di Pulau Jemur adalah aparat keamanan dan petugas navigasi. Mereka bekerja secara bergantian, sungguh luar biasa pengabdian mereka.

Bupati Rokan Hilir, H Suyatno belum lama ini, pemerintah akan terus mengembangkan potensi Pulau Jemur, selain tempat wisata, Pulau Jemur masuk dalam wilayah konservasi penyu hijau.
Sejalan dengan niat baik DPRD Rohil, DPRD Propinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus melakukan terobosan-terobosan untuk pengembangan Pulau Jemur yang berkerjasama dengan Pemerintah Desa Kepenghuluan Pulau Jemur.

Saat ini Kepenghuluan Pulau Jemur telah mencanangkan berbagai program untuk mengembangkan objek Wisata Pulau Jemur. Seperti mendeportasi masyarakat untuk menempati perumahan yang telah di bangun oleh Pemda rohil sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK). Mereka yang tinggal di Pulau Jemur akan diberikan usaha berbentuk kapal nelayan sebanyak 12 unit dan dilengkapi dengan alat tangkap ikan.

Bahkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berencana memberikan subsidi sebesar Rp. 500,000 setiap kepala keluarga yang di deportasi ke Pulau Jemur, serta pemerintah membuatkan program budidaya perikanan yakni usaha keramba apung di sekitaran pulau Labuhan Bilik yang ada di Pulau Jemur.

Disini juga Pemerintah Rokan Hilir enyediakan usaha kerakyatan, Pembuatan pelet ikan yang akan diolah dengan cara manual. Program ini mampu menghasilkan pendapatan masyarakat rata-rata Rp. 50,000/Kepala Keluarga (KK).

Sebagai pulau Konserva Penyu, pemerintah Rokan Hilir juga memprogramkan menetaskan 1000 butir telur penyu untuk penangkaran. Sisa dari penangkaran telur penyu bisa di pasarkan melalui BUM Kepenghuluan Pulau Jemur, sebagai pendapatan asli kepenghuluan.

"Pemerintah kabupaten Rokan hilir mengucapkan terima kasih dan mendukung langkah semua pihak dan kepada pihak legislatif Rohil untuk menjemput bola ke DPR RI dan Pemerintah Pusat guna pengembangan Pulau Jemur," kata Suyatno.

Dikatakan Suyatno, bahwa Pemerintah Pusat telah memberikan sedikit perhatian terhadap pulau jemur. Mudah-mudahan kedepan perhatian pemerintah pusat ini lebih besar terhadap pulau jemur yang merupakan pulau terluar yang berbatasan dengan negara Malaysia.

Selain keindahan pulau terluar, di Pulau Jemur ini memiliki daya tarik yang tidak dimiliki pulau-pulau lain di Indonesia, dimana Penyu Hijau berwarna abu-abu, kehitam-hitaman atau kecoklat-coklatan masih bisa dijumpai disini. Dinamai penyu hijau bukan lantaran sisiknya berwarna hijau melainkan karena warna lemak yang berada di bawah sisiknya berwarna hijau. Kepala penyu hijau kecil dengan paruh yang tumpul. Berat tubuh penyu hijau bisa mencapai ratusan kilogram.

Pulau Jemur yang dihuni oleh anggota TNI AL dan anggota tim Navigasi Indonesia dari Perhubungan, yang selama ini menjaga pulau terlear yang berhadapan dengan negara Malaysia. Selama ini Pulau Jemur termasuk dalam peta objek utama wisata bahari andalan Kabupaten Rohil, Riau. Daya tariknya tentulah karena pulau ini menjadi tempat persinggahan penyu-penyu hijau untuk bertelur. Sehingga pemerintah Rokan Hilir berusaha agar pulau Jemur tetap terlihat alami. Jika tidak tentulah satwa-satwa langka ini tak mau lagi bertelur di sini.

Tidak hanya di Pulau Jemur, menurut para ahli Penyu, ada sekitar 143 tempat pendaratan penyu untuk bertelur (nesting site) hampir di seluruh Indonesia. Diantaranya di Pulau Berhala (Sumatera Utara), Pantai Paloh (Kalimantan Barat), Kepulauan Derawan (Kalimantan Timur), Pesisir Desa Muara Way Tembulih (Lampung Barat), Pantai Pangumbahan-Ujung Genteng (Jawa Barat), Pulau Penyu (Sumatera Barat), Pulau Bengkaru di Kepulauan Banyak (Nanggroe Aceh Darussalam), Pantai Kuta (Bali), Pantai Gili Trawangan (Lombok), Pulau Runduma-Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Pantai Warmon (Papua), dan masih banyak lagi.

Bahkan berdasarkan catatan The Indian Ocean and South East Asia (IOSEA), menyebutkan enam dari total tujuh spesies penyu yang hidup di dunia juga berada di perairan Indonesia, yakni penyu tempayan (Caretta caretta), penyu pipih (Natator depresus), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), dan penyu hijau (Chelonia mydas).

Pos Komando Armada RI Kawasan Barat Pangkalan TNI-AL dan Dinas Perhubungan Laut Distrik Navigasi Dumai jaraknya hanya ditempuh 15 menit saja. Ada tangga semen menuju puncak Pulau Jemur yang tidak tinggi. Disini juga helipad yang dipenuhi dengan rumput pendek dan terlihat bersih. Disini juga ada mercusuar yang menandakan daratan terluar dari Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau . Kita juga bisa meminta ijin kepada petuhas untuk menaiki tower mercusuar.

Dari menara mercusuar kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa seperti hamparan laut biru. Juga burung-burung camar yang terbang mengitari pulau. Dari ketinggian, perahu-perahu nelayan bisa kita lihat walaupun hanya sebesar korek api.

Sebagai tambahan Pulau Jemur adalah pulau terbesar di gugusan Kepulauan Arwah (Aruah) yang terletak di Selat Malaka. Gugusan pulau ini terdiri dari pulau Pertandangan, Batu Mandi, Batu Adang, Batu Berlayar, Tokong Mas, Tokong Simbang, Labuhan Bilik dan Tokong Pucung. Pulau-pulau ini pula menjadi tempat peristirahatan para nelayan jika ada badai saat melaut.
Gugusan Kepulaun Aruah termasuk pulau-pulau terdepan Indonesia. Titik terdepannya berada di Pulau Batu Mandi. Pulau-pulau yang bisa dikatakan tak berpenghuni ini menyimpan eksotika zamrud khatulistiwa. Bagaimana anda berminat untuk berpetualang? [adv-humas]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT