Warga Lubuk Soting Adukan PT Togos Gopas ke Dewan

Selasa, 06 September 2016 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Sejumlah warga Desa Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan perangkat desa hearing dengan Komisi II DPRD Rokan Hulu (Rohul), Selasa [6/9/16] pagi.

Kedatangan warga Lubuk Soting mempertanyakan soal ganti rugi dan upah imas tumbang lahan sekira 75 hektar yang belum dibayar oleh pihak PT. Togos Gopas.

Hearing dipimpin Ketua Komisi II DPRD Rohul Novliwanda dari Partai Gerindra, didampingi wakilnya M. Aidi, Kasmawati, dan sejumlah anggota komisi ditunda sampai waktu tidak ditentukan, karena tidak ada pihak manajemen PT. Togos Gopas hadir.

Rapat dihadiri Sekretaris Dinas Perkebunan Rohul Arie Ardian, Camat Tambusai Zahrial Lutfi, Kades Lubuk Soting Maraposo Siregar, Ketua Koptan Siaga Makmur Tambusai Timur Budiman Lubis dan warga Lubuk Soting.

Menanggapi kedatangan warga, Wakil Ketua Komisi II M. Aidi, mewakili Ketua Novliwanda yang lebih dulu meninggalkan ruang rapat mengatakan dewan akan menjadwalkan ulang hearing, karena pihak PT. Togos Gopas tidak hadir.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan bila surat kedua tak ditanggapi pihak PT. Togos Gopas, demikian juga surat ketiga, dewan akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk mengambil langkah jemput paksa.

"Kita akan jadwalkan kembali (hearing). Perusahaan akan kita undang lagi," jelas M. Aidi, mantan Kades Kabun.

Masih di tempat sama, warga Lubuk Soting Sukrial Halomoan Nasution mengharapkan Komisi II DPRD Rohul menjembatani masalah ini sehingga bisa diselesaikan, dan tidak terulang lagi.

Halomoan mengungkapkan lahan warga sekira 75 hektar sudah dikerjakan sejak 2003 dan baru selesai 2006. Setelah selesai imas tumbang selesai dilakukan warga, PT. Torganda mengambil paksa lahan hingga berujung keributan.

Setelah diambil PT. Torganda, lahan ditanami tanaman kelapa sawit, dan saat ini sudah dikelola Koptan Siaga Makmur Desa Tambusai Timur Kecamatan Tambusai.

"Bila tidak diganti rugi kembalikan saja ke masyarakat," tegas Halomoan.

Sementara itu, Ketua Koptan Siaga Makmur Budiman, mengakui upah imas tumbang atau eksploitasi lahan sekira 75 hektar sudah dibayar pihak Koptan ke PT. Togos Gopas setiap bulan sejak 2006 silam.

Soal upah imas tumbang, pihaknya akan menanyakan ke perusahaan dan pengurus Koptan Siaga Makmur sebelumnya diketuai Basri Lubis yang kini berstatus buronan Kejari Rohul. Diakuinya, harusnya biaya eksploitasi lahan sudah lunas bila sudah dibayarkan pengurus sebelumnya. [man]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT