Cegah Perubahan Iklan dengan Cegah Kerusakan Hutan

Jumat, 29 Juni 2012 - 14:17:47 WIB
Share Tweet Instagram

Saat ini sangat perlunya perhatian atas kerusakan hutan dan perubahan fungsi lahan secara serius karena hal tersebut ternyata memberikan kontribusi besar bagi memburuknya perubahan iklim. Karena itu, ancaman kelestarian hutan perlu diantisipasi secara optimal, apalagi saat ini sering terjadinya kebakaran laan yang berakibat pada rusaknya kelestarian hutan.

"Apalagi yang terkait dengan hutan harus berwawasan lingkungan dan mengacu pada daya dukung dan daya tampungnya," jelasnya.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim, terkait perlunya kelestarian hutan dipertahankan secara optimal, Jum'at (29/6/12). Wabub mengungkapkan, sering terjadinya kebakaran lahan dan hutan akan semakin memperburuk kelestarian hutan yang ada.

Lanjut Wabub mengatakan, bahwa dengan antisipasi yang optimal maka kelestarian hutan akan dapat dimaksimalkan upayanya. Karena itulah, saat ini diperlukan pengawasan pada kegiatan pertambangan yang bisa berakibat pada lingkungan, pembalakan liar atau illegal logging, konversi lahan untuk pemukiman dan perkebunan.

"Dan yang tidak kalah seriusnya adalah kebakaran hutan dan lahan yang tidak sedikit terjadi karena pembakaran dengan sengaja. Sikap seperti ini yang harus diubah atau kita akan kehilangan hutan," tegasnya.

Saat ini, sambungnya, Walau laju kerusakan lingkungan sudah menurun secara signifikan namun upaya-upaya pencegahan dan rehabilitasi hutan harus terus ditingkatkan dan melibatkan semua komponen. Meskipun telah cukup berhasil mengurangi titik api pada tahun lalu namun potensi tahun ini diperkirakan meningkat.

"Oleh karenanya kita harus selalu sigap mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang akan datang ini," ujarnya.

Karena itulah, lanjutnya, kebijakan jeda tebang (Moratorium) itu tetap perlu dikembangkan dan diatur secara berimbang. Konversi lahan mesti melihat aspek tata ruang yang melalui kajian lingkungan hidup strategis. Kemudian hal penting lainnya adalah melanjutkan dan mengembangkan  upaya penanaman dan pemeliharaan pohon seperti gerakan
1 milyar pohon yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu.

"Dan ini seiring dengan kemajuan upaya negosiasi dunia dalam mencapai kesepakatan mengenai antisipasi perubahan iklim,"katanya. Dikatakannya, maka inisiatif membiarkan hutan tetap sebagai hutan akan menjadi tanggungjawab bersama negara-negara di dunia. Hal yang lebih penting lagi adalah hutan sebagai penyangga kehidupan bagi semua dan
bukan sebagai ancaman kehidupan. Pasalnya, tiada yang lebih berharga daripada kehidupan yang harmonis antara manusia dan lingkungan hidupnya.

"Karena itulah, Pemkab mengajak semua pihak untuk berpartisipasi
 menjaga sumber daya alam terutama hutan agar dapat bermanfaat secara berkelanjutan,"pungkasnya.**fk

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT