KPLHI Kepri Soroti Reklamasi Batam Yang Terus Berlanjut

Ahad, 28 Agustus 2016 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Aktivitas reklamasi (pembuatan daratan baru) masih tetap berlangsung di Pulau Batam, padahal (Badan Pengendalian Dampak Ling­kungan (Bapedal) Batam su­dah mengeluarkan surat eda­ran untuk pemberhentian aktivitas tersebut. Nyatanya, reklamasi terus berlangsung hingga detik ini. Padahal dari 15 perusahaan, 10 diantaranya terjerat pelanggaran administratif dan 5 yang dicabut izinnya.

Menurut ketua DPD Laskar Hijau Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI), Epi Yuliana Abdul Muti SE dalam diskunya di Sekretariat KPLHI Kepri (27/8) mengatakan, Selain karna masalah administratif, sudut pandang lingkungan hidup juga menjadi alasan utama reklamasi harus ditutup.

"Pohon-pohon mangrove  disini rusak bahkan mati ditimbun tanah. Secara undang-undang pengrusakan tersebut harus diganti 2 kali lipat. Misalkan yang dirusak satu pohon maka harus diganti menjadi dua pohon. Hal-hal seperti ini tidak pernah dilakukan oleh pihak perusahaan" ujar pemuda yang biasa disapa Epi ini.

Epi menilai bahwa surat edaran pencabutan izin reklamasi terhadap perusahaan-perusahaan merupakan langkah yang tepat. Sayangnya, Lanjut Epi, tindakan tegas tidak diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang tetap terus melakukan reklamasi.

"Hal ini memperlihatkan lemahnya aparat penegak hukum di Provinsi Kepulauan Riau. Mereka seperti tidak berdaya dihadapan pihak perusahaan atau siapapun dibalik reklamasi ini. Padahal secara hukum aparat bisa saja memaksa perusahaan untuk tidak kembali menimbun tanah," ujar Epi.

Epi menegaskan, Apabila reklamasi ini kedepan masih terus berlanjut, KPLHI akan bergerak untuk mengkonsolidasikan masalah ini kepada pengurus KPLHI Pusat beserta seluruh anggotanya di Kepulauan Riau untuk menutup reklamasi di pulau Batam.

"Seluruh anggota KPLHI akan kami libatkan untuk mengumpulkan bukti-bukti kerusakan lingkungan. Selain itu, kami juga akan bekerjasama dengan komunitas-komunitas pecinta alam kepri, Bahkan kami juga akan meminta kementrian lingkungan hidup untuk turun di Pulau Batam," ujar Epi. [ril]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT