Mahasiswa Kembangkan Aplikasi Android Pengontrol Listrik

Jumat, 26 Agustus 2016 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Surabaya Mohammad Rivqi Amin membuat alat otomatisasi perangkat listrik rumah tangga berbasis aplikasi Android untuk mengontrol penggunaan listrik pada benda elektronik tersebut.

"Alat ini dapat mengatur kapan alat elektronik menyala dan mati sesuai waktu yang dikehendaki," kata mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik (FT) Untag Surabaya itu di kampus setempat, Jumat (26/8).

Mahasiwa asal Situbondo itu menjelaskan software (piranti lunak) aplikasi merupakan milik google yang tersedia di app inventor, kemudian diolah sesuai kebutuhan, seperti menambahkan jenis barang elektronik yang dikehendaki untuk nyala dan mati otomatis.

"Pengaturan kapan nyala dan mati ini menggunakan Arduino. Arduino merupakan salah satu mikrokontroler yang sering dibutuhkan untuk otomatisasi, robotika, maupun pengolahan database," katanya.

Untuk penggunaannya pun tergolong mudah karena program sumber terbuka (open source). Selain Arduino, piranti lain yang dibutuhkan adalah ethernet shield, router, relay, real time clock (RTC), dan smartphone. "Saat ini hampir semua orang punya smartphone, jadi saya gunakan smartphone berbasis Android," ungkap Rivqi.

Untuk menjalankan program, katanya, harus daring (online). Internet Protokol (IP) di router juga disamakan dengan aplikasi program. "Karena menggunakan router, maka jarak pengoperasian perintah sebatas lingkup sebuah rumah. Uji coba yang sudah saya lakukan hanya berjarak antara 20 sampai 30 meter," tuturnya.

Terkait biaya yang dibutuhkan untuk membuat otomatisasi perangkat listrik berbasis Android tersebut, ia menaksir sekitar Rp 1 juta. "Yang mahal itu Arduino dan ethernet shield-nya," jelasnya.

Meski demikian, program itu ke depan dapat dikembangkan. "Salah satunya memperluas area jarak kontrol dengan menggandeng provider untuk menjangkau sinyal internet yang lebih luas. Kalau perlu, di manapun pemilik program berada, penggunaan listrik rumah tangga bisa diatur," tuturnya. [antara]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT