Cara Merombak Bus Bandros Mirip Kisah Roro Jonggrang

Jumat, 26 Agustus 2016 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Bus bandros (Bandung Tour On The Bus) mencuri perhatian publik. Bukan saja karena bus pariwisata bertingkat milik pemerintah kota Bandung ini sukses didatangkan ke Jakarta untuk mengarak pawai kemenangan  peraih medali emas cabang bulu tangkis, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir bersama dua orang atlet angkat beban peraih medali perak, Sri Wahyuni dan Eko Yuli.

Namun proses penggarapan hiasannya pun cukup singkat. Adalah PT Bintang Toedjoe selaku produsen Extra Joss yang menggagas konsep dan diberi mandat oleh Kemenpora untuk menyulap bis yang awalnya berwarna biru ke nuansa merah putih.

Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, Simon Jonatan mengatakan, proses menghias bus bandros hanya dibatasi dalam waktu 12 jam.

“Saya sodorkan kepada menteri, agar dilakukan arak-arakan dan konvoi. Menteri pun setuju dan meminta bus terbuka dan kita pilih bus Bandros. Tapi yang buat tegang, persiapan itu kurang dari 12 jam,” ujar Simon, Rabu (24/8).

Menggarap bus sesingkat itu, mengingatkan Simon pada kisah Roro Jonggrang atau Bandung Bondowoso, dimana harus menyelesaikan candi dalam waktu semalam saja.

“Jadi mirip cerita Roro Jonggrang dan Bandung Banduwoso, waktunya sedikit dan tidak ada kata tidak bisa buat para atlet kita,” lanjutnya.

Untuk desain bus, Simon menyerahkan sepenuhnya pada tim kreatif di perusahaannya. Tentu saja, setelah disetujui Kemenpora.

Untuk pembutan hiasan bus, Simon mengaku merogoh kocek sekitar Rp 100 juta. “Sekitra Rp 100 juta, lebih dari Rp 60 juta kisarannya,” jelasnya lagi.

Ada kebanggaan tersendiri bagi Bintang Toedjoe atau Extra Joss ketika bisa menyelesaikan bus bandros tepat waktu. Sebagai catatan, perintah pembuatan hiasan bus diterima pada Senin 22 Agustus 2016. Selasa paginya, bus sudah selesai dan diserahkan ke Kemenpora oleh Brand Manager Extra Joss.

“Kita hanya ingin agar semua atlet di semua cabang olahraga bisa berprestasi. Seperti bus ini, kami jelas bangga, walaupun kami tidak ikut naik di atas ataupun jadi supirnya,” tutup Simon Jonatan. [sjah]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT